BANTEN — Kementerian Kebudayaan menetapkan Makassar, Sulawesi Selatan, sebagai tuan rumah Konferensi Musik Indonesia 2026 yang berlangsung 27 Oktober hingga 1 November 2026. Ajang tahunan ini menargetkan sekitar 400 delegasi dan mengusung tema "Gerak Seirama" untuk memperkuat ekosistem musik nasional. Dua lokasi utama disiapkan, yakni Hotel Claro Makassar dan kawasan bersejarah Benteng Fort Rotterdam.
Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyampaikan tema "Gerak Seirama" dipilih sebagai semangat kolektif untuk membangun ekosistem musik yang berdaulat. Penetapan Makassar sebagai tuan rumah sekaligus menegaskan posisi kota itu dalam peta kebudayaan Indonesia di luar Jawa.
Alasan Makassar Dipilih
Fadli menyoroti kekayaan keberagaman budaya Indonesia yang didukung lebih dari 1.300 etnis. Setiap etnis memiliki akar tradisi musik yang unik dan menjadi kekuatan besar bagi industri musik tanah air.
"Dari 1.340 etnis saya kira masing-masing mempunyai musiknya sendiri, mempunyai warnanya sendiri, mempunyai akar tradisi, bahkan di dalamnya juga mungkin ada ritus, ada mantra, ada macam-macam, ada tradisi lisan yang didendangkan dan juga sebagainya," tutur Fadli dalam Taklimat Media Konferensi Musik Indonesia 2026 di Graha Utama Gedung A Kemendikdasmen, Senayan, Jakarta, Selasa, 13 Oktober 2026.
Peran Teknologi Digital
Selain faktor keanekaragaman budaya, Fadli menegaskan perkembangan teknologi informasi di era digital menjadi kunci utama yang membuat batas akses terhadap musik semakin terbuka lebar. Hal ini dinilai menjadi peluang emas bagi seluruh pelaku ekosistem musik nasional, mulai dari pencipta lagu, penyanyi, produser, hingga industri secara keseluruhan.
"Ada juga kalau bicara perjalanan musik Indonesia, saya kira dari sisi sejarah tidak bisa dipisahkan dari kemajuan teknologi informasi, terutama dari kemajuan dunia yang kemudian melonjak ya, menjadi dunia digital," kata Fadli.
Penyelenggaraan tahun ini disebut mengusung semangat progresif. Misinya, bergerak bersama mengimplementasikan ekosistem musik Indonesia yang berdaulat.
Rangkaian Kegiatan dan Target Delegasi
KMI 2026 dipusatkan di dua lokasi utama di Makassar, yaitu Hotel Claro Makassar dan kawasan bersejarah Benteng Fort Rotterdam. Sekitar 400 delegasi ditargetkan hadir dari berbagai latar belakang ekosistem musik.
Pemilihan Benteng Fort Rotterdam sebagai salah satu venue memberi dimensi historis pada konferensi. Kawasan itu dikenal sebagai salah satu peninggalan Kerajaan Gowa-Tallo yang kini menjadi ruang publik dan pusat kegiatan budaya di Makassar.
Rangkaian kegiatan mencakup diskusi, pertemuan pelaku industri, hingga agenda kebudayaan yang menyertakan tradisi musik daerah. Detail jadwal per sesi belum diumumkan dalam taklimat media tersebut.
Bagi industri musik nasional, KMI 2026 menjadi ajang rutin untuk menyelaraskan kebijakan pemerintah dengan kebutuhan pencipta lagu, penyanyi, dan produser di lapangan.