JAKARTA — Rombongan Pemprov Banten diterima langsung Kepala LAN RI Muhammad Taufiq beserta jajaran deputi. Agenda utama pertemuan mencakup pengembangan kompetensi melalui ASN Corpu, pengelolaan karier berbasis manajemen talenta, dan penyiapan aparatur untuk mengisi jabatan strategis.
Andra Soni menegaskan pengembangan kapasitas ASN harus berdampak langsung pada kinerja pemerintahan, efektivitas program pembangunan, dan kualitas pelayanan publik. Peningkatan kompetensi tidak cukup diukur dari jumlah pelatihan atau pengetahuan yang diperoleh.
Ukuran Capaian, Bukan Sekadar Administrasi
Aparatur dituntut mampu menerapkan keahliannya untuk mencapai target organisasi dan menyelesaikan persoalan masyarakat. Setiap program dan kegiatan pemerintahan diharapkan punya ukuran capaian yang jelas, bukan hanya memenuhi tahapan atau kewajiban administrasi.
“Pengembangan kapasitas aparatur harus benar-benar berdampak pada kinerja pemerintahan dan pelayanan publik,” ujar Andra Soni.
Orientasi pada hasil dijadikan fondasi utama pengembangan ASN di lingkungan Pemprov Banten. Program pembangunan dan pelayanan publik diminta berjalan dengan indikator yang terukur.
Jabatan Harus Diisi Sosok Berkompeten
Andra Soni menyoroti objektivitas dalam penempatan dan pengembangan karier aparatur. Jabatan harus diisi sosok yang kemampuan dan kompetensinya sesuai kebutuhan organisasi.
“Penempatan ASN harus berdasarkan kompetensi dan kemampuan,” tegasnya.
Setiap pejabat memikul tanggung jawab besar dalam menjalankan roda pemerintahan. Proses penempatan dan pengembangan karier ASN wajib dilakukan secara objektif agar organisasi berjalan efektif dan target pembangunan terwujud.
Pemprov Banten mendorong penerapan manajemen talenta sebagai wujud penguatan sistem meritokrasi. Potensi, kompetensi, kinerja, dan rekam jejak ASN menjadi parameter utama dalam pengembangan karier.
ASN Corpu Selaraskan Kompetensi dengan Prioritas Daerah
Kepala LAN RI Muhammad Taufiq mengapresiasi langkah Pemprov Banten mengembangkan kompetensi aparatur melalui pendekatan ASN Corporate University.
“Kami mengapresiasi pengembangan ASN Corporate University di Banten,” kata Taufiq.
ASN Corpu merupakan sistem pembelajaran yang menyelaraskan pengembangan kompetensi aparatur dengan kebutuhan organisasi serta prioritas pembangunan daerah. Proses belajar aparatur dipastikan bermuara pada perbaikan kinerja dan mutu pelayanan publik.
Pilot Project Manajemen Talenta di Tingkat Desa
Pertemuan tersebut juga membahas peluang penerapan manajemen talenta melalui proyek percontohan di tingkat desa. Gagasan ini dinilai dapat menjadi ruang pengembangan pengelolaan aparatur yang adaptif terhadap kebutuhan pelayanan masyarakat di tingkat lokal.
Melalui kolaborasi strategis bersama LAN RI, Pemprov Banten berharap mengubah orientasi birokrasi dari sekadar melaksanakan kegiatan menjadi birokrasi yang menghasilkan capaian terukur.
Turut mendampingi Gubernur Banten dalam kunjungan kerja tersebut, Sekretaris Daerah Provinsi Banten Deden Apriandhi Hartawan, Kepala Badan Kepegawaian Daerah Provinsi Banten Ai Dewi Suzana, Kepala BPSDM Provinsi Banten Deni Hermawan, Kepala Biro Organisasi dan Reformasi Birokrasi Setda Provinsi Banten Aan Fauzan Rahman, serta Ketua TP PKK Provinsi Banten Tinawati Andra Soni.