Pencarian

Warga Cipendeuy Lebak Tertimbun Longsoran Sumur 15 Meter, Tim SAR USS Lebak Dikerahkan

Minggu, 11 Oktober 2026 • 18:46:01 WIB
Warga Cipendeuy Lebak Tertimbun Longsoran Sumur 15 Meter, Tim SAR USS Lebak Dikerahkan
Tim SAR gabungan melakukan upaya evakuasi terhadap warga yang tertimbun longsoran dinding sumur di Cipendeuy, Lebak.

LEBAK — Peristiwa nahas menimpa Deni, warga Desa Cipendeuy, Kecamatan Malingping, Kabupaten Lebak, Banten, saat tengah menggali sumur. Material tanah dari dinding sumur tiba-tiba runtuh dan menimbun korban yang berada di dalam lubang sedalam sekitar 15 meter.

Kejadian berlangsung sekitar pukul 07.30 WIB, Minggu (11/10/2026). Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten baru menerima laporan sekitar pukul 08.20 WIB, atau hampir satu jam setelah tanah runtuh menimpa korban.

Tim Rescue Unit Siaga SAR (USS) Lebak langsung diberangkatkan menuju lokasi begitu laporan masuk. Hingga laporan awal diterima, Deni masih belum berhasil dievakuasi dari dalam sumur.

Tim SAR Gabungan Dikerahkan ke Lokasi

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten Al Amrad mengatakan pihaknya bergerak cepat setelah menerima laporan kejadian. Tim langsung berkoordinasi dengan unsur terkait untuk mempercepat proses pencarian dan pertolongan korban.

"Begitu menerima laporan, kami segera mengerahkan Tim Rescue USS Lebak menuju lokasi kejadian dan berkoordinasi dengan unsur terkait untuk melakukan upaya pencarian dan pertolongan. Prioritas kami adalah melakukan evakuasi korban dengan mengutamakan keselamatan seluruh personel yang terlibat," ujar Al Amrad.

Operasi SAR terhadap korban terus dilakukan sesuai prosedur yang berlaku. Tim SAR gabungan masih melakukan penanganan di lokasi dengan mengedepankan keselamatan seluruh personel yang terlibat.

Mengapa Penggalian Sumur Disebut Berisiko Tinggi?

Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten mengingatkan masyarakat agar mengutamakan keselamatan dalam aktivitas penggalian sumur. Kondisi tanah yang tidak stabil dapat meningkatkan risiko runtuhnya dinding sumur, terutama ketika pekerjaan dilakukan pada kedalaman tertentu.

Tanah yang labil menjadi faktor utama kecelakaan serupa kerap terjadi di wilayah dengan struktur tanah lepas. Pekerja yang berada di dasar lubang nyaris tidak punya ruang menghindar ketika material runtuh dari sisi dinding.

Hingga berita ini diturunkan, upaya maksimal untuk mengevakuasi korban masih berlangsung di lokasi kejadian.

Follow www.katabanten.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: banten.idntimes.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks