Pencarian

Maudy Ayunda Minta Maaf Usai Video Mindfulness Picu Kritik

Senin, 14 September 2026 • 16:19:01 WIB
Maudy Ayunda Minta Maaf Usai Video Mindfulness Picu Kritik
Maudy Ayunda menyampaikan permohonan maaf usai video mindfulness memicu kritik warganet.

BANTEN — Dalam unggahan tersebut, Maudy bercerita soal kondisi emosionalnya yang kewalahan menyikapi rentetan kabar duka di Indonesia. Ia menyebut isu kebakaran hutan dan lahan, gempa bumi, hingga sejumlah kebijakan pemerintah yang dinilai tidak tepat sasaran.

Isi Video yang Memicu Kritik

Untuk menjaga kesehatan mentalnya, Maudy mengaku menerapkan "diet" berita dengan membatasi asupan informasi harian. Menurutnya, paparan berita buruk terus-menerus bisa membuat seseorang patah semangat.

"Jadi aku enggak seharian mengekspos diri aku terhadap bad news ini karena ya sekali lagi, itu bisa bikin patah semangat itu bisa bener-bener bikin disfungsional," kata Maudy dalam video tersebut.

Saran untuk menyaring dan menjauhi paparan berita buruk itu justru menuai reaksi keras. Banyak warganet menilai pandangan Maudy sangat tidak peka terhadap masyarakat terdampak.

Respons Warganet: Realitas, Bukan Sekadar Berita

Publik menyoroti bahwa bagi banyak orang, rentetan kejadian itu bukan sekadar "informasi negatif" yang bisa diabaikan. Mereka menilai peristiwa tersebut adalah realitas pahit yang menghantam kehidupan hingga keselamatan secara langsung.

Sejumlah netizen menegaskan mereka tidak bisa mengabaikan apa yang terjadi karena merekalah yang merasakan dampak sesungguhnya di lapangan, salah satunya karhutla.

"For many of us, it's not just a news. It's our REALITY... can't ignore it...." kata netizen di kolom komentar.

"bad news kamu adalah bad reality dari orang-orang tau, info aja," kata yang lain.

"tone deaf final boss," timpal yang lain.

"Ini kayak nasehat untuk sesama orang kaya," kata yang lain.

"Imagine describing someone else's suffering as 'negativity' you've chosen to remove from your life. The tone deaf Olympics have a new frontrunner." kata yang lain.

"Sakit hati banget ngeliat dia sarapan sehat enak senyum2 sementara org lain banyak kesusahan dan dia "ga nyaman" dengan berita org lain kesusahan. Gila lu modi," kata yang lain.

"Aku sedang membayangkan ketika mayoritas kaum terpelajar di Indonesia menerapkan pola ini, maka mereka akan sibuk menjaga mentalnya dibandingkan memberikan upaya solutif bagi saudara2nya yang terdampak bad reality."

Klarifikasi dan Permohonan Maaf

Menanggapi arus kritik yang tak kunjung surut, Maudy melayangkan klarifikasi sekaligus permohonan maaf melalui komentar yang disematkan pada unggahan videonya, Minggu (13/9). Ia mengaku ada sudut pandang krusial yang luput ia refleksikan saat pertama kali menyusun opini tersebut.

"Bisa melangkah jauh dari berita itu sendiri adalah sebuah privilese. Tidak semua orang punya pilihan itu, terutama ketika apa yang terjadi berdampak langsung pada kehidupan, keluarga, pekerjaan, atau komunitasnya," tulis Maudy.

"Aku minta maaf karena bagian ini belum cukup aku refleksikan di videonya," tulis Maudy.

Maudy meluruskan bahwa dirinya sama sekali tidak bermaksud menjadikan mindfulness sebagai alasan untuk lepas tangan, bersikap acuh tak acuh, atau berpura-pura seolah situasi sedang baik-baik saja.

Sebaliknya, ia bermaksud agar seseorang tetap tangguh dan peka tanpa harus kehilangan kewarasan diri. Maudy pun menyatakan bersedia mendengarkan seluruh masukan publik sebagai bahan pembelajaran ke depan.

Follow www.katabanten.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: cnnindonesia.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks