Pencarian

Menparekraf Teuku Riefky Harsya Sebut Industri Aplikasi Jadi Masa Depan Ekonomi Digital Indonesia

Selasa, 15 September 2026 • 06:16:31 WIB
Menparekraf Teuku Riefky Harsya Sebut Industri Aplikasi Jadi Masa Depan Ekonomi Digital Indonesia
Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya menyampaikan sambutan pada pembukaan Indonesia Application Summit (InApps) 2026 di ICE BSD, Tangerang, Senin (14/9/2026).

TANGERANG — Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya menegaskan posisi industri aplikasi dalam perekonomian nasional. Menurut dia, aplikasi digital telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari aktivitas harian masyarakat Indonesia.

Hal itu ia sampaikan pada pembukaan Indonesia Application Summit (InApps) 2026 di ICE BSD, Tangerang, Senin (14/9/2026). Riefky menuturkan, aplikasi kini dipakai untuk bekerja, belajar, bertransaksi, menikmati hiburan, hingga membangun usaha.

"Karena itu, ketika kita berbicara mengenai industri aplikasi. Sesungguhnya kita sedang berbicara mengenai masa depan ekonomi digital Indonesia," ujar Riefky.

Rindekraf 2026-2045 Libatkan 24 Kementerian dan Lembaga

Presiden Prabowo Subianto menempatkan ekonomi kreatif sebagai salah satu mesin baru pertumbuhan ekonomi. Kebijakan itu diterjemahkan lewat Rencana Induk Ekonomi Kreatif (Rindekraf) 2026-2045 yang melibatkan sekitar 24 kementerian dan lembaga.

Riefky menyebut Rindekraf mencakup 21 subsektor ekonomi kreatif, naik dari sebelumnya 17 subsektor. Tujuh di antaranya ditetapkan sebagai prioritas, termasuk subsektor aplikasi.

"Ada yang berbasis kebudayaan, desain, teknologi digital dan media. Dari 21 subsektor ini, ada tujuh subsektor ekonomi kreatif yang menjadi prioritas, termasuk subsektor aplikasi," kata dia.

Sejumlah subsektor baru yang muncul berkaitan erat dengan teknologi digital, antara lain teknologi baru, konten digital, dan pengisi suara. Subsektor teknologi baru mencakup kegiatan ekonomi kreatif yang memanfaatkan kecerdasan buatan, rantai blok, internet untuk segala, teknologi Web3, data skala besar, hingga keamanan siber.

"Ini kita jadikan subsektor tersendiri dan ada direktoratnya sendiri. Begitu juga dengan konten digital yang juga memiliki direktorat tersendiri," ujarnya.

Investasi Ekraf 2025 Capai Rp180 Triliun, Aplikasi Sumbang Rp54,23 Triliun

Perkembangan sektor ekonomi kreatif tercermin dari nilai investasi yang masuk. Pada 2025, investasi sektor ekonomi kreatif mencapai sekitar Rp180 triliun.

Subsektor aplikasi menjadi salah satu penyumbang terbesar, yakni sekitar Rp54,23 triliun. Sementara kontribusi ekonomi kreatif terhadap produk domestik bruto Indonesia mencapai sekitar 7,38 persen.

Riefky juga menyoroti keterlibatan generasi muda dan perempuan di sektor ini. Sekitar 63 persen tenaga kerja berasal dari generasi Z dan milenial, sedangkan 58 persen di antaranya perempuan.

"Jadi sektor ini sangat inklusif dan berkelanjutan," kata Riefky.

Raffi Ahmad: Indonesia Jangan Hanya Jadi Pasar Aplikasi

Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni, Raffi Ahmad, juga hadir dalam acara yang sama. Ia menolak jika Indonesia hanya menjadi pasar produk digital.

"Indonesia jangan hanya menjadi pasar aplikasi saja. Indonesia harus menjadi tempat lahirnya aplikasi kelas dunia," ujar Raffi.

Raffi menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, industri, perguruan tinggi, investor, komunitas, dan generasi muda. Menurut dia, kolaborasi itu diperlukan untuk membangun ekosistem digital nasional.

"Tidak ada yang namanya superman berdiri sendiri di zaman sekarang, tidak ada superman. Yang ada super team," kata dia.

Kecerdasan Buatan Harus Sejalan dengan Etika dan Tata Kelola

Riefky menilai perkembangan kecerdasan buatan membuka peluang lebih besar bagi industri aplikasi di Indonesia. Meski begitu, kemajuan teknologi itu harus berjalan seiring penerapan etika dan tata kelola yang baik.

Ia menegaskan, posisi aplikasi dalam Rindekraf menunjukkan pemerintah serius menggarap subsektor ini. Aplikasi tidak lagi dipandang sebagai pelengkap, melainkan tulang punggung ekonomi digital nasional.

Follow www.katabanten.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: rri.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks