Pencarian

Film Memburu Pemangsa Angkat 20 Ribu Kasus Kekerasan Anak di 2025

Minggu, 04 Oktober 2026 • 16:21:01 WIB
Film Memburu Pemangsa Angkat 20 Ribu Kasus Kekerasan Anak di 2025
Sutradara Umay Shahab memaparkan latar belakang film Memburu Pemangsa dalam konferensi pers di XXI Epicentrum, Senin (21/9/2026).

BANTEN — Sutradara Umay Shahab merilis film Memburu Pemangsa yang mengangkat isu kekerasan anak lewat balutan horor, crime, dan action. Film produksi Sinemaku Pictures ini berangkat dari data 20 ribu kasus kekerasan anak dan 12 ribu kasus kekerasan seksual anak sepanjang 2025. Memburu Pemangsa dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia mulai 24 September 2026.

Umay memaparkan latar belakang pembuatan film ini dalam konferensi pers di XXI Epicentrum, Senin (21/9/2026). Ia menyebut angka kekerasan terhadap anak terus bertambah setiap tahun, sehingga isu ini dinilai mendesak untuk dibawa ke layar lebar.

Data yang Menggerakkan Umay Shahab

Sebelum menulis naskah, tim produksi mengumpulkan data kasus kekerasan anak di Indonesia. Hasilnya menjadi pijakan utama cerita Memburu Pemangsa.

"Berdasarkan data yang dikumpulkan ada 20 ribu kasus kekerasan terhadap anak di 2025 dan 12 ribu kasus kekerasan seksual terhadap anak di tahun 2025, dan angkanya selalu bertambah setiap tahunnya gitu," jelas Umay.

Umay menegaskan pesan utama film ini bukan sekadar hiburan. Ia ingin menampilkan sisi kejam pelaku kekerasan anak tanpa mengurangi bobot isu yang diangkat.

"Jadi di luar filmnya, di luar teknis yang ada di filmnya tapi yang lebih penting adalah kami di sini ingin menggambarkan bahwa pemangsa anak itu lebih iblis daripada iblis atau bahkan iblis saja minder gitu sama mereka," ungkap Umay.

Ia juga menyebut keterlibatan generasi muda sebagai alasan lain memilih medium film bioskop. "Kita sebagai perwakilan dari generasi muda juga ngerasa kayaknya penting sekali untuk dibahas isu ini," tambahnya.

Mengapa Horor Dipilih untuk Isu Sensitif

Penulis skenario Rezy Junio menuturkan, pengemasan cerita dengan unsur horor demonologi melalui diskusi panjang bersama tim. Genre horor dianggap paling pas untuk membahas persoalan berat.

"Berdasarkan apa yang aku percaya dan aku pelajari bahwa horor itu menjadi salah satu genre yang paling tepat untuk membahas isu-isu berat gitu," tutur Rezy.

Rezy menyadari pengangkatan isu kekerasan seksual pada anak menyimpan risiko eksploitasi. Karena itu, proses penulisan disertai riset dan asistensi ke pihak-pihak terkait.

"Selama proses penulisannya kami melakukan riset dan asistensi ke pihak-pihak terkait agar cerita ini tidak sembarangan doang diangkat dan kekerasan eksploitatif gitu ya," ungkap Rezy.

Sinopsis Memburu Pemangsa

Memburu Pemangsa mengikuti empat jurnalis perempuan dari Daily Wave News yang menyelidiki kasus pembunuhan berantai pada anak-anak. Rentetan pembunuhan dan mutilasi mendorong mereka bekerja sama dengan kepolisian.

Keempat jurnalis itu mempertaruhkan nyawa demi memburu predator anak. Situasi makin menegangkan ketika mereka mengetahui pelaku mutilasi bekerja sama dengan iblis untuk melancarkan aksinya.

Jadwal Tayang

Memburu Pemangsa menjadi salah satu rilisan Sinemaku Pictures yang menyasar genre horor kriminal. Film ini mulai tayang di bioskop Indonesia pada 24 September 2026.

Bagi Umay, proyek ini menandai pergeseran dari produksi drama ke isu sosial yang lebih gelap. Ia berharap penonton tidak hanya menikmati sisi horornya, tetapi juga mencermati persoalan kekerasan anak yang masih berlangsung di sekitar mereka.

Follow www.katabanten.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: liputan6.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks