Pencarian

Pemprov Banten Susun Studi Kelayakan Elektrifikasi Kereta Rangkasbitung–Merak, Butuh Investasi Rp 1,29 Triliun

Sabtu, 03 Oktober 2026 • 11:16:31 WIB
Pemprov Banten Susun Studi Kelayakan Elektrifikasi Kereta Rangkasbitung–Merak, Butuh Investasi Rp 1,29 Triliun
Gubernur Banten Andra Soni membuka Focus Group Discussion penyusunan studi kelayakan elektrifikasi dan jalur ganda kereta api Rangkasbitung–Merak di Kota Serang.

SERANG — Gubernur Banten Andra Soni membuka Focus Group Discussion di Kota Serang sebagai bagian dari penyusunan studi kelayakan proyek elektrifikasi dan jalur ganda kereta api Rangkasbitung–Merak. Forum itu menjadi pintu masuk daerah menyampaikan kebutuhan transportasi publik berbasis rel kepada pemerintah pusat.

"Ini merupakan upaya untuk menyampaikan kepada pemerintah pusat terkait kebutuhan transportasi publik, termasuk jalur ganda dan elektrifikasi lanjutan dari Rangkasbitung sampai Merak," ujar Andra saat membuka FGD.

Kepadatan KRL Tanah Abang–Rangkasbitung Capai 161 Persen di Jam Sibuk

Data yang dipaparkan dalam forum itu menunjukkan jumlah penumpang KRL lintas Tanah Abang–Rangkasbitung mencapai 77,5 juta orang pada 2025. Angka tersebut diproyeksikan melonjak hingga 85 juta orang pada 2026.

Tingkat keterisian kereta pada jam sibuk sudah menembus 161 persen. Kondisi itu yang membuat Andra menilai peningkatan kapasitas kereta api di Banten sudah sangat mendesak.

Kapasitas Harian Ditargetkan Naik dari 9.900 ke 18.000 Penumpang

Elektrifikasi jalur Rangkasbitung–Merak diperkirakan menelan investasi sekitar Rp 1,29 triliun. Lewat pengembangan itu, kapasitas layanan harian diproyeksikan melonjak dari 9.900 menjadi 18.000 penumpang.

Andra menyebut pengembangan infrastruktur rel akan dilakukan bertahap. Tahap awal dimulai dari lintas Rangkasbitung–Serang, sebelum diteruskan menuju Cilegon hingga Pelabuhan Merak.

Wali Kota Serang Siap Hidupkan Kembali Stasiun Cipocok Jaya

Wali Kota Serang Budi Rustandi menyambut baik langkah Pemprov Banten mendorong perluasan jangkauan KRL ke Banten bagian barat. Menurut dia, perluasan itu mempermudah mobilitas warga sekaligus memacu pertumbuhan ekonomi daerah.

Budi menambahkan, seiring rencana pengembangan konektivitas jalur ganda dan elektrifikasi KRL, Pemerintah Kota Serang berencana menghidupkan kembali Stasiun Cipocok Jaya. Langkah itu untuk memperkuat keterhubungan moda transportasi lokal.

Studi kelayakan yang tengah disusun Pemprov Banten menjadi dasar pengajuan resmi ke Kemenhub. Hasil kajian itu menentukan apakah proyek elektrifikasi dan jalur ganda Rangkasbitung–Merak masuk prioritas pembangunan transportasi rel nasional.

Follow www.katabanten.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: banten.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks