TANGERANG — Rotasi jabatan di tubuh Polri kembali bergulir. Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2251/X/KEP/2026 yang diterbitkan 10 Oktober 2026 menetapkan 199 personel perwira tinggi (pati) dan perwira menengah (pamen) berpindah posisi. Jumlah itu menjadikan mutasi gelombang kedua ini sebagai salah satu yang terbesar dalam periode kepemimpinan Kapolri Jenderal Pol. Suyudi Ario Seto.
Langkah serupa sebelumnya diambil pada 2 Oktober 2026. Saat itu, Kapolri merombak 19 posisi Kapolda dalam mutasi besar-besaran perdana. Telegram kedua kini melengkapi penyegaran di level kewilayahan dan satuan kerja di Mabes Polri.
Wakapolda Banten dan Enam Wilayah Lain Diganti
Posisi Wakapolda Banten dijabat Brigjen Pol Zain Dwi Nugroho, menggantikan Brigjen Pol Iwan Saktiadi. Pergantian itu bagian dari penyegaran tujuh Wakapolda sekaligus yang dilakukan Kapolri.
Enam posisi lain yang ikut dirotasi adalah Wakapolda Sumatera Utara, Wakapolda Jawa Tengah, dan empat wilayah Polda lainnya. Wakapolda Sumut kini diemban Brigjen Pol Fadillah Zulkarnaen, menggantikan Brigjen Pol Naek Pamen Simanjuntak.
Sementara Wakapolda Jateng dijabat Brigjen Pol Herindra Rahmawan, menggantikan Brigjen Pol Latif Usman. Latif sendiri digeser menjadi Wakapolda Aceh.
Kakorlantas hingga Tiga Kapolda Berganti
Di tingkat satuan kerja Mabes Polri, posisi Kakorlantas diemban Brigjen Pol Aries Syahbudin, menggantikan Irjen Pol Wibowo. Adapun Wakabaintelkam Polri dijabat Brigjen Pol Anom Setyadji, menggantikan Irjen Pol Wawan Muliawan.
Wawan Muliawan dimutasi menjadi Analis Kebijakan Utama Bidang Gadikwa Lemdiklat Polri. Tiga posisi Kapolda juga mengalami pergantian dalam telegram yang sama.
Kapolda Kepulauan Bangka Belitung dijabat Irjen Pol Agus Wijayanto, menggantikan Irjen Pol Viktor Theodorus Sihombing. Posisi Kapolda Kalimantan Utara diisi Brigjen Pol Andi Syahriful Taufik, yang sebelumnya menjabat Wakapolda Kalimantan Utara.
Untuk Kapolda Lampung, Brigjen Pol Yustan Alpiani menggantikan Irjen Pol Helfi Assegaf. Sementara Irjen Pol Pasma Royce dimutasi dari Wakapolda Jatim untuk mengemban tugas baru sebagai Kapolda Bali.
Kapolres Solo dan Kapolrestabes Semarang Ikut Dirombak
Mutasi tidak berhenti di level pati. Sejumlah posisi struktur bawah efektif seperti Kapolres dan Kapolresta turut disasar, termasuk Kapolres Solo dan Kapolrestabes Semarang. Langkah itu disebut untuk memperkuat pelayanan langsung ke masyarakat.
Beberapa penunjukan baru di jajaran kewilayahan meliputi AKBP Bobby Adimas Candra Putra sebagai Kapolresta Sidoarjo dan AKBP Rico Yumasri sebagai Wadirresnarkoba Polda Jatim. Ada pula AKBP Panji Gedhe Prabawa (Kapolres Batu), AKBP Dody Munandar (Kapolres Mojokerto Kota), AKBP Lucky Permana Putra (Kapolres Probolinggo Kota), AKBP Mohammad Amirul Hakim (Kapolres Ngawi), dan AKBP Rossa Purbo Bekti (Kapolres Bangkalan).
Di lingkungan Densus 88 AT Polri, Kombes Pol Samsul Priasmoro diangkat sebagai Diridensos, sebelumnya Kasatgaswil Jatim. Posisi Kasatgaswil Jatim Densus 88 AT Polri kini dijabat Kombes Pol I Putu Gede Surya Putra Mustika. Kombes Pol Christian Tobing berpindah menjadi Assessor SDM Kepolisian Madya Tk. II SSDM Polri.
Alasan Mutasi: Dinamika Organisasi dan Pembinaan Karier
Kadiv Humas Polri Irjen Pol Johnny Eddizon Isir menyatakan rotasi ini bagian dari dinamika organisasi dan pembinaan karier personel. Menurutnya, penyegaran dilakukan untuk memperkuat kinerja institusi sekaligus memastikan kesinambungan pelaksanaan tugas kepolisian.
"Semangat ini sesuai dengan tagline Polri, Polisi Bersama Masyarakat, Polri akan terus berupaya hadir dan memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat," kata Johnny dalam keterangan persnya di Jakarta, Minggu (11/10/2026).
Dengan dua gelombang mutasi dalam kurun sepekan, peta kepemimpinan di jajaran Polda dan satuan kerja Mabes Polri berubah cukup signifikan. Publik di daerah, termasuk Banten, menantikan kinerja Wakapolda baru dalam menangani persoalan keamanan dan pelayanan kepolisian di wilayah masing-masing.