BANTEN — PSIM Yogyakarta bersiap menghadapi Persija Jakarta pada lanjutan Super League di Stadion Sultan Agung, Bantul, Sabtu (10/10/2026) pukul 15.30 WIB. Pelatih Jean-Paul Van Gastel menegaskan timnya tidak gentar menghadapi lawan yang diperkuat banyak pemain Timnas Indonesia.
Laskar Mataram memasuki laga ini dengan catatan kurang menguntungkan. Dari tiga pertandingan terakhir, PSIM hanya meraih satu imbang melawan Persita Tangerang dan menelan kekalahan saat dijamu Persebaya Surabaya serta Madura United.
Di sisi lain, Persija datang dengan modal jauh lebih baik. Macan Kemayoran menyapu bersih tiga laga terakhir masing-masing melawan Borneo FC, Persib Bandung, dan Java United.
Persija Diperkuat Deretan Juara FIFA ASEAN Cup 2026
Skuad asuhan Shin Tae-yong diperkuat sejumlah pemain yang baru saja menjuarai FIFA ASEAN Cup 2026 bersama Timnas Indonesia. Rizky Ridho, Shayne Pattynama, Jordi Amat, Rayhan Hannan, dan Nadeo Argawinata menjadi deretan nama yang memperkuat Skuad Garuda di turnamen tersebut.
Persija juga masih memiliki pemain berkualitas lain seperti Victor Dethan, Witan Sulaeman, dan Fajar Fathurrahman. Kedalaman skuad itu membuat Macan Kemayoran diunggulkan pada pertemuan kali ini.
Van Gastel Tak Terbebani Nama Besar Pemain Persija
Pelatih PSIM, Jean-Paul Van Gastel, menegaskan timnya tidak merasa tertekan dengan komposisi pemain bintang yang dimiliki Persija. Baginya, pertandingan ini sama seperti laga lain yang tetap harus dimenangkan.
"Setelah jeda, liga kembali bergulir. Bagi kami, ini adalah pertandingan lain yang berusaha kami menangkan. Kami mendapat libur beberapa hari, kemudian kembali berlatih dan mempersiapkan diri untuk pertandingan besok," kata Van Gastel dikutip dari detikJogja.
Pernyataan itu menunjukkan PSIM memilih fokus pada persiapan internal ketimbang terbawa tekanan eksternal. Jeda kompetisi dimanfaatkan tim untuk mengembalikan kebugaran pemain sebelum kembali berlaga.
Kans PSIM Putus Tren Buruk
Dukungan suporter di Stadion Sultan Agung bisa menjadi faktor pengimbang. PSIM butuh kemenangan untuk memutus tren buruk sekaligus menjauh dari tekanan di papan bawah klasemen.
Persija jelas bukan lawan mudah. Namun, catatan tiga laga tanpa kemenangan membuat PSIM punya motivasi berlipat untuk tampil berbeda di hadapan pendukung sendiri.