Pencarian

IHSG Rebound 0,78% ke 6.512,57 Ditopang Redanya Ketegangan Timur Tengah

Jumat, 18 September 2026 • 11:24:01 WIB
IHSG Rebound 0,78% ke 6.512,57 Ditopang Redanya Ketegangan Timur Tengah

BANTEN — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat 0,78 persen ke level 6.512,57 pada perdagangan Jumat (18/9) pagi, dipicu meredanya ketegangan geopolitik di Timur Tengah dan dicernanya kebijakan suku bunga The Fed. Penguatan indeks utama ini turut mengangkat LQ45 yang naik tipis 0,06 persen ke posisi 648,79. Rebound ini menjadi sinyal awal bagi investor yang sebelumnya waswas menyusul tekanan jual di pasar saham belakangan ini.

Laju IHSG ke zona positif sejalan dengan tren bursa global yang kompak menghijau. Di Eropa, FTSE 100 Inggris naik 1,2 persen ke 10.815, DAX Jerman menguat 0,7 persen ke 25.717, dan Stoxx Europe 600 melesat ke 642,60. Wall Street juga berpesta: S&P 500 naik 1,1 persen, Nasdaq melambung 1,7 persen ditopang saham teknologi, dan Dow Jones naik 0,6 persen.

Bursa Asia rata-rata mengikuti irama serupa. Nikkei Jepang, Shanghai Tiongkok, Hang Seng Hong Kong, dan Kospi Korea Selatan semuanya menghijau. Hanya Strait Times Singapura yang terkoreksi tipis 0,35 persen.

Dua Pemicu Utama Optimisme Investor

Setidaknya ada dua alasan yang membuat pelaku pasar kembali berani masuk. Pertama, meredanya kekhawatiran krisis pasokan energi dunia setelah Arab Saudi menargetkan pemulihan kapasitas pipa East-West dalam beberapa hari ke depan. Riyadh juga mengalihkan jalur ekspor minyak melalui Selat Hormuz demi keamanan.

Atas permintaan Riyadh, Tiongkok turun gunung melobi Iran untuk meredam manuver kelompok Houthi. Diplomasi ini membuat pasar bernapas lega setelah sebelumnya dibayangi risiko gangguan pasokan minyak dari kawasan Teluk.

Kedua, pasar mulai mencerna ketidakpastian arah suku bunga Amerika Serikat. The Fed memutuskan menaikkan suku bunga 25 basis poin (bps) ke level 3,75-4,00 persen melalui rapat FOMC. Ketua The Fed, Kevin Warsh, masih menegaskan inflasi belum sepenuhnya beres.

Meski begitu, investor dinilai sudah mengantisipasi kenaikan tersebut. "Investor juga menilai kenaikan suku bunga yang telah diantisipasi sebelumnya telah mengurangi ketidakpastian jangka pendek terkait arah kebijakan moneter," ujar Head of Research Kiwoom Sekuritas Indonesia, Liza Camelia Suryanata, dalam kajiannya di Jakarta.

Level Kunci yang Wajib Dipantau Trader

Meski IHSG menghijau, Liza mengingatkan investor agar tidak asal menyerok saham. Dari sisi teknikal, IHSG perlu bertahan di atas support 6.431-6.377 untuk menghindari tekanan koreksi lanjutan menuju 6.290.

"Apabila IHSG gagal bertahan di atas support 6.431-6.377, tekanan koreksi berpotensi berlanjut menuju 6.290. Sebaliknya, apabila terjadi rebound, IHSG perlu kembali menembus 6.511-6.523, dilanjutkan 6.552-6.591 sebagai resistance terdekat sebelum menguji area 6.723," kata Liza.

Sektor Teknologi Kembali Jadi Primadona

Penguatan Nasdaq 1,7 persen di Wall Street memberi sinyal bahwa saham teknologi kembali diminati pasar global. Sektor ini menjadi gerbong yang menarik indeks secara keseluruhan, termasuk di bursa Asia yang rata-rata kompak menghijau.

Bagi investor yang sedang menyusun strategi investasi pekan ini, momen rebound IHSG bisa menjadi titik masuk. Namun, level resistance 6.511-6.523 menjadi ujian pertama yang harus dilewati sebelum indeks berpeluang menguji area lebih tinggi di 6.723.

Sentimen eksternal masih akan menjadi penentu arah IHSG dalam beberapa sesi ke depan. Perkembangan situasi Timur Tengah, terutama kelancaran pemulihan pipa East-West dan jalur ekspor minyak Arab Saudi, bakal menentukan apakah optimisme pasar berlanjut atau justru menguap.

Follow www.katabanten.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: merahputih.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks