Pencarian

Kementan Negosiasikan Ekspor Karkas Ayam ke Arab Saudi untuk Pasok Jemaah Umrah dan Haji

Kamis, 17 September 2026 • 06:16:31 WIB
Kementan Negosiasikan Ekspor Karkas Ayam ke Arab Saudi untuk Pasok Jemaah Umrah dan Haji

TANGERANG — Kementerian Pertanian sedang menegosiasikan ekspor karkas ayam ke Arab Saudi. Ekspor tersebut antara lain untuk memenuhi kebutuhan jemaah umrah dan haji dari Tanah Air.

Direktur Hilirisasi Hasil Peternakan Kementan, Makmun, menyampaikan hal itu di Indonesia Convention Exhibition Bumi Serpong Damai (ICE BSD), Tangerang, Rabu 16 September 2026. Ia menekankan bahwa ekspor daging ayam dilakukan dalam bentuk karkas ayam.

Karkas adalah bagian tubuh hewan ternak yang telah disembelih, dikuliti atau dicabuti bulunya, serta dibersihkan dari kepala, kaki, dan jeroan. Karkas ini siap diolah lebih lanjut menjadi lauk daging untuk disantap.

Pemrosesan Karkas Masih Menunggu Kepastian Pihak Arab Saudi

Hingga kini, pembicaraan dengan pihak Arab Saudi masih menunggu kepastian soal pemrosesan karkas. Makmun menyebut pihak Arab Saudi tidak menemukan masalah pada proses yang sudah berjalan.

"Kemarin yang sudah processing dari pihak Saudi Arabia tidak ada masalah," ujar Makmun.

Ia mengatakan soal karkas ini masih menjadi negosiasi dengan pemerintah Arab Saudi. Makmun berharap ekspor bisa terealisasi tahun depan.

"Mudah-mudahan tahun depan ini sudah bisa masuklah, sehingga bisa meningkatkan nilai tambah kita," ucapnya.

Marinasi Karkas Dikerjakan di Indonesia Sebelum Dikirim

Makmun menjelaskan proses marinasi karkas akan dilakukan di Indonesia. Setelah itu, karkas baru dikirim ke Arab Saudi.

Marinasi adalah pemberian atau perendaman bumbu makanan dan pengolahan sehingga karkas siap untuk dimasak.

"Di sana jemaah umrah dan haji bisa nikmati," kata Makmun.

Masalah Asupan Makanan Jemaah Jadi Latar Belakang

Salah satu masalah kesehatan jemaah umrah dan haji dari Indonesia antara lain karena kurang asupan makanan. Kurangnya makan tersebut disebabkan nafsu makan yang menurun, dan nafsu makan turun karena masakan tidak cocok dengan selera.

"Jadi bukan karena makanannya yang tidak enak, tapi tidak ketemu antara lidah kita dengan rasa masakan yang disediakan," kata dia.

Sebelumnya, Kementan menyatakan swasembada protein hewan bagi 190 juta masyarakat Indonesia. Di sisi lain, ekspor ayam pada semester di tahun 2026 mengalami kenaikan 33 persen.

Follow www.katabanten.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: rri.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks