Pencarian

PTBA Restrukturisasi Separuh Anak Usaha hingga 2027, Target Fokus ke Bisnis Batu Bara

Selasa, 08 September 2026 • 08:52:31 WIB
PTBA Restrukturisasi Separuh Anak Usaha hingga 2027, Target Fokus ke Bisnis Batu Bara
PTBA merestrukturisasi separuh anak usahanya hingga 2027 untuk fokus pada bisnis inti batu bara.

BANTEN — Langkah ini merupakan mandat dari Holding BUMN Pertambangan MIND ID. Arahan dari Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) menekankan agar PTBA kembali fokus pada kompetensi inti, yakni bisnis pertambangan batu bara.

Merger Dua Anak Usaha Sudah Dimulai

Proses perampingan sejatinya sudah berjalan. PT Bukit Energi Servis Terpadu (BEST) dan PT Bukit Energi Investama (BEI) resmi bergabung atau merger pada 30 Juni 2026. Dengan demikian, jumlah anak usaha PTBA berkurang dari 20 menjadi 19 entitas.

"PTBA saat ini memiliki 19 anak perusahaan, sebelumnya 20, dan kami baru selesai melakukan merger antara dua anak perusahaan, yaitu BEI dan BEST," ujar Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko PTBA, Una Lindasari, dalam public expose, Selasa (8/9/2026).

Una menambahkan, target berikutnya adalah merampingkan separuh dari total entitas yang tersisa. Restrukturisasi ini akan dilakukan secara bertahap dalam kurun waktu satu hingga dua tahun ke depan.

"Ini sesuai arahan Danantara yang meminta PTBA untuk berfokus pada kompetensi intinya, yaitu bisnis batu bara, serta seluruh bisnis yang berkaitan dengan pertambangan batu bara," terangnya.

Laba Melonjak 218 Persen di Tengah Efisiensi

Restrukturisasi ini berjalan beriringan dengan perbaikan kinerja keuangan. Pada semester I 2026, PTBA membukukan pendapatan Rp 22,03 triliun, tumbuh 8 persen secara tahunan. Laba bersihnya melonjak 218 persen menjadi Rp 2,65 triliun.

Pendorong utamanya adalah pemulihan operasional pada kuartal II, penguatan volume ekspor, dan perbaikan harga jual rata-rata batu bara. Direktur Utama PTBA, Bambang Ismawan, mengatakan momentum penguatan harga batu bara global dimanfaatkan melalui strategi penjualan yang adaptif.

"Memasuki periode dengan kondisi operasional yang lebih kondusif, perseroan berhasil mendorong pemulihan kinerja produksi sekaligus memperkuat penjualan ekspor. Momentum penguatan harga batu bara global kami manfaatkan melalui strategi penjualan yang adaptif, disertai program efisiensi untuk menjaga disiplin biaya," jelas Bambang.

Ekspor Menguat, Domestik Masih Mendominasi

Dari sisi operasional, PTBA mencatat volume produksi batu bara sebesar 19,45 juta ton pada paruh pertama tahun ini. Total penjualan mencapai 21,10 juta ton, dengan porsi domestik sekitar 51 persen atau 10,77 juta ton.

Penjualan ekspor tercatat 10,33 juta ton, naik 5 persen dibandingkan periode sama tahun lalu. Pasar utama ekspor PTBA meliputi Vietnam, Bangladesh, Kamboja, India, dan Thailand.

Tren penguatan harga batu bara dunia turut mendongkrak kinerja. Newcastle Index menguat 25 persen secara tahunan dan ICI-3 naik 15 persen, yang mendorong kenaikan harga jual rata-rata PTBA sebesar 10 persen.

Dengan kombinasi efisiensi struktur dan kinerja operasional yang solid, PTBA optimistis dapat menuntaskan program restrukturisasi tanpa mengganggu momentum pertumbuhan bisnis inti.

Follow www.katabanten.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: liputan6.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks