LEBAK — Kepala BPTUHPT Siborongborong Yude Maulana Yusuf menyatakan dukungan pakan diberikan agar peternak lokal mampu mempertahankan produktivitas di tengah tekanan biaya. Kelompok Pemuda Berkarya tercatat menghasilkan 500 hingga 530 butir telur per hari dari 600 ekor ayam, dengan tingkat produksi mencapai 95 persen.
Dukungan tersebut menjadi salah satu unsur yang membantu peternak mengelola biaya operasional. Pengelolaan pakan tetap harus dibarengi manajemen pemeliharaan dan keberlanjutan usaha.
Produksi 95 Persen dari 600 Ekor Ayam
Angka produksi harian itu menunjukkan potensi usaha ayam petelur skala kelompok dalam menjaga pasokan telur sekaligus menjadi sumber pendapatan warga. Produktivitas dinilai tetap perlu dijaga melalui pengelolaan pakan, kondisi kandang, dan kesehatan ayam sesuai kebutuhan ternak.
Pakan merupakan komponen biaya terbesar dalam usaha ayam petelur. Pengelolaan pakan yang tepat menjadi bagian penting untuk menjaga efisiensi biaya sekaligus mempertahankan produksi.
Peternak juga perlu memperhatikan kecukupan nutrisi, kebersihan kandang, serta pemantauan kesehatan ayam secara berkala. Tiga hal itu menentukan apakah produksi harian bisa bertahan di kisaran 500 butir lebih.
Mengapa Ketahanan Pangan Jadi Sasaran Program
Yude menempatkan bantuan pakan sebagai bagian dari upaya memperkuat pasokan pangan daerah. Menurut dia, pengembangan peternakan ayam petelur perlu ditopang pengelolaan usaha yang baik agar produktivitas dapat dipertahankan.
"Upaya ini diharapkan dapat mendorong produktivitas ayam petelur lokal sekaligus memperkuat ketahanan pangan dan perekonomian masyarakat," ujar Yude di kantornya, Minggu (18/10/2026).
Kelompok ternak Pemuda Berkarya menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diterima. Perwakilan kelompok menyebut bantuan itu membantu kelangsungan usaha yang mereka jalankan.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada Menteri Pertanian Bapak Amran Sulaiman yang telah memberikan dukungan," ujarnya.
Dinas Peternakan Lebak hingga Penyuluh Ikut Mendampingi
Pengembangan usaha kelompok ini melibatkan sejumlah pihak, yakni BPTUHPT Siborongborong, Dinas Peternakan Kabupaten Lebak, penyuluh pertanian lapangan, dan unsur terkait lainnya. Kerja sama itu diharapkan mendukung pengelolaan usaha yang lebih sesuai kebutuhan peternak di lapangan.
Dengan produktivitas dan efisiensi yang terjaga, kelompok peternak diharapkan terus mengembangkan budidaya ayam petelur. Pasokan telur di sekitar wilayah Lebak pun dapat terpenuhi tanpa bergantung pada pasokan luar.
Bagi peternak skala kelompok, keberlanjutan usaha bergantung pada kestabilan produksi harian dan pengendalian biaya pakan. Dukungan pakan dari pemerintah mengurangi beban itu, meski keputusan manajemen kandang tetap berada di tangan peternak.