SERANG — Sejumlah program prioritas yang sebelumnya belum tercantum dalam dokumen anggaran kini diakomodasi melalui Perubahan APBD 2026. Pelaksanaannya tetap memperhatikan aspek waktu dan tahapan kegiatan agar target pembangunan tidak melewati batas tahun anggaran.
Wagub Dimyati menjelaskan bahwa penyesuaian alokasi belanja dilakukan dengan mempertimbangkan kemampuan keuangan daerah. Setiap perubahan alokasi dipastikan memiliki keterkaitan jelas dengan pencapaian target pembangunan dan indikator kinerja program.
Birokrasi Tematik Jadi Perhatian
Selain sekolah gratis dan konektivitas, Pemprov Banten memastikan pelaksanaan birokrasi tematik tetap berjalan optimal. Cakupannya meliputi penanggulangan kemiskinan, peningkatan investasi, pengelolaan sumber daya, hilirisasi, serta pengendalian stunting.
"Kami juga memastikan pelaksanaan birokrasi tematik—yang meliputi penanggulangan kemiskinan, peningkatan investasi, pengelolaan sumber daya, hilirisasi, serta pengendalian stunting—terus berjalan secara optimal," ungkap Wagub Dimyati.
Pertumbuhan Ekonomi Semester I Sentuh 5,57 Persen
Modal fiskal daerah dinilai cukup kuat. Pertumbuhan ekonomi Provinsi Banten pada semester I tahun 2026 menyentuh angka 5,57 persen. Capaian itu menjadi penopang struktur Perubahan APBD 2026.
Wagub Dimyati menyebut seluruh program diselaraskan dengan arah kebijakan pembangunan daerah, visi dan misi pemerintah provinsi, serta Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.
"Tentunya seluruh program ini diselaraskan dengan arah kebijakan pembangunan daerah, visi dan misi kami, serta Asta Cita Presiden Prabowo Subianto," pungkasnya.
Mekanisme Penyusunan dan Asumsi Makro
Penyusunan rancangan dilakukan secara komprehensif untuk menampung seluruh perubahan asumsi pendapatan, belanja, dan pembiayaan daerah. Dinamika asumsi makro menjadi salah satu faktor yang memengaruhi penyesuaian tersebut.
"Penyusunan ini telah dilakukan secara komprehensif guna menampung seluruh perubahan asumsi pendapatan, belanja, dan pembiayaan daerah yang terjadi akibat dinamika asumsi makro," ujar Wagub Dimyati.
Pemprov Banten berharap Perubahan APBD 2026 mewujudkan keterpaduan perencanaan dan mempertajam prioritas pembangunan. Dampaknya diharapkan terasa pada capaian kinerja pemerintah sekaligus kesejahteraan masyarakat luas.