TANGERANG — Kekeringan yang berlangsung sejak sekitar lima bulan terakhir memaksa warga Desa Karang Tengah beralih ke air Sungai Cimanceuri. Sumur warga sudah tidak mengeluarkan air, sedangkan pasokan bantuan air bersih disebut belum sampai ke lingkungan mereka.
Air sungai itu tampak keruh, berwarna hijau, dan berbau. Meski menyadari risikonya bagi kesehatan, warga tetap memanfaatkannya karena tidak punya pilihan lain untuk kebutuhan harian.
Air Sungai Diendapkan Tiga Hari Sebelum Dimasak
Salah seorang warga, Reri, menuturkan bahwa air Sungai Cimanceuri kini menjadi tumpuan sehari-hari. Air itu tidak hanya dipakai mandi dan mencuci, tetapi juga untuk memasak dan minum.
"Airnya kotor dan bau, jadi kita endapkan dulu selama tiga hari sampai bening, setelah itu baru dimasak," kata Reri, Jumat, 18 September 2026.
Dampak pada kulit sudah dirasakan warga. Sejumlah orang mengalami gatal-gatal setelah menggunakan air tersebut untuk mandi.
"Gatal-gatal itu sudah pasti, namanya juga air begini. Tapi mau gimana lagi ya harus kita penuhi untuk kebutuhan sehari-hari," ucapnya.
Lima Bulan Kekeringan, Bantuan Dinilai Belum Menjangkau
Reri menyebut kekeringan telah berlangsung lima bulan. Selama itu pula, ia menilai bantuan dari pemerintah belum tiba di Desa Karang Tengah.
"Sudah lima bulan kami kekeringan. Warga terpaksa menggunakan air sungai karena air sumur sudah enggak ada, bantuan dari pemerintah juga enggak ada," ujar Reri.
Warga berharap Pemerintah Kabupaten Tangerang segera menyalurkan air bersih ke wilayah mereka. Pasokan itu dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan dasar selama musim kemarau masih berlangsung.
BPBD Klaim Kirim Air Setiap Hari, Minta Perangkat Desa Lapor
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang, Achmad Taufik, mengatakan pihaknya rutin menyalurkan air bersih ke sejumlah wilayah terdampak kekeringan. Ia meminta perangkat desa hingga RT di wilayah terdampak segera melapor bila ada warga yang membutuhkan bantuan.
"Ini sudah bukan rencana lagi, setiap hari kami dari BPBD, PDAM, PMI dan lain-lain, setiap hari mengirim air bersih. Untuk Kades atau Lurah agar terus memonitor wilayahnya apabila ada yang membutuhkan air bersih tinggal hubungi Pusdalops BPBD Kabupaten Tangerang dengan Call Center 112," ujar Taufik.
Warga terdampak dapat menghubungi Pusdalops BPBD Kabupaten Tangerang melalui Call Center 112 untuk mengajukan permintaan pasokan air bersih.