Pencarian

Kapolri Resmikan Balai Latihan Silat Tjimande di Banten, Minta Padepokan Serupa Dibangun di Setiap Kabupaten

Sabtu, 19 September 2026 • 08:47:31 WIB
Kapolri Resmikan Balai Latihan Silat Tjimande di Banten, Minta Padepokan Serupa Dibangun di Setiap Kabupaten

BANTEN — Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menilai pencak silat Tjimande dan seni budaya debus bukan sekadar tradisi yang perlu dijaga. Keduanya, kata dia, bisa dikelola lebih jauh sebagai kekuatan budaya yang memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat Banten.

Pandangan itu disampaikan Kapolri saat meresmikan Balai Latihan Seni Silat sekaligus Milad ke-3 Pesanggrahan Tjimande Banten Indonesia (PTBI), Jumat (18/9/2026). Ia menyebut pengembangan kedua seni budaya tersebut menjadi tanggung jawab bersama seluruh perguruan, para pimpinan perguruan, dan masyarakat Banten.

Kapolri Minta Padepokan Dibangun di Setiap Kabupaten

Salah satu permintaan konkret Kapolri dalam acara itu adalah pembangunan padepokan atau balai latihan serupa di setiap kabupaten di Banten. Keberadaan tempat pembinaan tersebut diharapkan menjadi ruang melatih pencak silat, menjaga kearifan lokal, sekaligus mengembangkan seni budaya daerah.

"Jadi saya minta nanti di setiap kabupaten didirikan hal seperti ini sehingga kemudian semua budaya yang ada di Banten bisa dijaga, dilatih, dan dilestarikan," kata Kapolri.

Menurut Kapolri, pesanggrahan tidak semata-mata berfungsi sebagai tempat berlatih bela diri. Ia menyebut pesanggrahan harus menjadi ruang belajar, tempat berdiskusi, dan wadah masyarakat berkumpul mencari solusi atas berbagai persoalan melalui semangat kebersamaan.

Tjimande dan Debus Dinilai Bisa Jadi Sumber Devisa

Kapolri menilai kekayaan budaya Banten tidak hanya perlu dijaga sebagai tradisi, tetapi juga dikelola secara baik agar dapat diperkenalkan lebih luas. Dari situ, pencak silat dan debus berpeluang menjadi salah satu sumber devisa bagi daerah.

"Ini menjadi sumber kekuatan yang tentunya apabila kita kelola dengan baik, tidak hanya sekadar budaya saja, tetapi ini juga bisa kemudian kita kembangkan untuk menjadi budaya yang bisa kita perkenalkan dan menjadi salah satu sumber devisa bagi wilayah, bagi provinsi, bagi kabupaten, bagi kecamatan, dan juga bagi desa-desa yang ada," ujar Kapolri.

Ia mengajak seluruh pihak membangun, menjaga, dan meningkatkan potensi tersebut secara bersama-sama. Pelestarian budaya, menurut Kapolri, harus dilakukan melalui pembinaan berkelanjutan agar pencak silat dan debus tetap hidup, dikenal, serta diminati generasi muda.

Balai Latihan Dibuka untuk Semua Perguruan Silat

Balai Latihan Seni Silat PTBI diharapkan terbuka bagi seluruh perguruan silat dan masyarakat. Tempat itu dapat dimanfaatkan sebagai pusat kegiatan seni, budaya, serta penguatan silaturahmi antarwarga.

Kapolri menekankan pengembangan kebudayaan harus berjalan seiring dengan penguatan nilai luhur pencak silat. Para pesilat dan jawara diminta senantiasa menjunjung semangat membela kebenaran, melindungi yang lemah, menjaga kekompakan, serta memberikan manfaat bagi masyarakat.

Melalui langkah tersebut, Kapolri berharap pencak silat Tjimande dan debus menjadi identitas budaya Banten yang semakin kuat, sekaligus membuka peluang kemajuan bagi masyarakat dan daerah.

Follow www.katabanten.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: jejaknarasi.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks