BANTEN — Bermain di Stadion Abbey, Rabu (26/8) dini hari WIB, kemenangan tipis ini mengantarkan The Lions melaju ke babak ketiga. Yang menarik, pelatih memainkan Baggott bukan di posisi naturalnya sebagai bek tengah, melainkan sebagai bek kiri dalam skema 4-2-3-1.
Keputusan tersebut sempat diragukan mengingat postur Baggott yang tinggi besar. Namun, statistik membuktikan sebaliknya. Ia mencatatkan rating 8,3 dan menunjukkan kemampuan overlap serta track back yang solid sebelum akhirnya digeser kembali ke tengah pada pertengahan babak kedua.
Perbandingan dengan Rizky Ridho dan Kritik Zona Nyaman
Performa apik Baggott langsung memicu reaksi netizen Indonesia. Sebagian warganet menilai penampilan ini menambah ketat persaingan di sektor pertahanan Timnas Indonesia, bahkan secara spesifik membandingkannya dengan Rizky Ridho.
"Sudah enggak ada alasan Rizky Ridho starting atau dipanggil lagi ke tim inti timnas, kalau masih main atau starting buat merepresentasikan lokal pride mending gak usah ngurus-ngurus pemain keturunan dari awal, ending pemain zona nyaman dari dulu udah pasti begini penurunan kualitas makanya pada kesel sama pemain-pemain timnas zona nyaman," tulis seorang netizen.
Komentar senada juga muncul, "Tidak ada alasan mencadangkan Elkan Baggot demi RR starter." Kritik kepada Rizky Ridho belakangan memang mengemuka, dan penampilan Baggott di Inggris dianggap sebagai pembeda kualitas.
Analisis Gaya Main: Lebih Gesit dan Punya Timing Baik
Di tengah riuhnya perbandingan, sejumlah warganet lain justru menyoroti aspek teknis permainan Baggott. Mereka menilai pemain kelahiran Thailand itu mampu beradaptasi dengan baik di posisi anyarnya, meski tetap ada catatan soal kecepatan saat menghadapi pemain kecil.
"Elkan kan CB, larinya lambat kok jadi bek kiri?. Semalem dia overlap dan trackback-nya gokil, langkah kakinya lebar dan makin ke sini makin gesit dia, kalahnya kalau kena gocek saja, ya wajar badan gede pasti kalah gesit sama pemain mungil, penempatan posisi dan timingnya bagus," ujar warganet lainnya.
Bahkan ada yang menganalogikan gaya main Baggott dengan bek kiri Newcastle United, Dan Burn. "Lu tahu Dan Burn bek kirinya Newcastle? Nah.. kurang lebih kayak gitu tapi Elkan versi belum selevelnya, masih berkembang," tambahnya.
Debut yang solid ini tentu menjadi modal berharga bagi Baggott untuk bersaing di skuad utama Millwall. Di sisi lain, performa ini juga menjadi sinyal kuat bagi pelatih Timnas Indonesia bahwa opsi di lini belakang semakin variatif dan kompetitif.