Pencarian

270 Siswa Sekolah Rakyat Lebak Masuk 31 Agustus 2026, Kuota Bertambah dari 200 Orang

Sabtu, 08 Agustus 2026 • 23:22:31 WIB
270 Siswa Sekolah Rakyat Lebak Masuk 31 Agustus 2026, Kuota Bertambah dari 200 Orang
Gedung baru Sekolah Rakyat di Panggarangan, Kabupaten Lebak, siap menampung 270 siswa pada 31 Agustus 2026.

LEBAK — Ratusan anak dari keluarga prasejahtera di Kabupaten Lebak bakal menempati gedung baru Sekolah Rakyat di Panggarangan pada akhir Agustus mendatang. Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Lebak menyebutkan sebanyak 270 siswa akan langsung mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) setelah proses masuk pada 31 Agustus 2026.

Kepala Bidang Pemberdayaan Sosial Dinas Sosial Kabupaten Lebak, Iwan, mengungkapkan bahwa penambahan kuota ini merupakan tindak lanjut dari keputusan Kementerian Sosial. Sebelumnya, alokasi untuk jenjang SD hanya 25 siswa, SMP 75 siswa, dan SMA 100 siswa. Kini, rinciannya menjadi 30 siswa untuk SD, 120 siswa untuk SMP, dan 120 siswa untuk SMA.

Mayoritas Siswa Sempat Putus Sekolah

Iwan menjelaskan bahwa kebanyakan siswa yang diterima merupakan anak-anak yang sempat putus sekolah akibat keterbatasan ekonomi orang tua. Kondisi inilah yang mendorong pemerintah pusat menambah jatah kursi di daerah, termasuk untuk Kabupaten Lebak.

"Kami berharap anak-anak dari keluarga tidak mampu itu lebih semangat belajar di sekolah rakyat itu," kata Iwan di Lebak, Sabtu.

Fasilitas Penunjang di Lahan 8,8 Hektare

Para siswa tahun ajaran 2026/2027 ini tidak hanya akan menempati ruang belajar. Gedung baru di Panggarangan disebut telah dilengkapi beragam fasilitas pendukung, mulai dari asrama, gedung serbaguna, dapur, kantin, rumah ibadah, hingga lapangan olahraga.

Dengan fasilitas yang ada, pihaknya optimistis Sekolah Rakyat mampu melahirkan sumber daya manusia (SDM) yang unggul dan mandiri, sesuai harapan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming.

"Kami meyakini melalui pendidikan itu dapat memutus mata rantai kemiskinan," ujarnya.

Verifikasi Data Hingga ke Rumah Warga

Ketua Koordinator Program Keluarga Harapan (PKH) Dinas Sosial Kabupaten Lebak, Wahyu, menambahkan bahwa proses seleksi calon siswa dilakukan secara ketat. Petugas melakukan verifikasi dari rumah ke rumah untuk memastikan penerima manfaat adalah keluarga miskin dan miskin ekstrem.

"Kita menyeleksi peserta Sekolah Rakyat itu benar-benar anak dari keluarga desil 1 dan desil 2," jelas Wahyu.

Seorang calon siswa jenjang SMA asal Lebak, Muhamad, mengaku senang akhirnya bisa kembali melanjutkan pendidikan setelah setahun putus sekolah. Ia berharap pendidikan di Sekolah Rakyat dapat mengangkat derajat orang tuanya kelak.

Follow www.katabanten.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: banten.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks