Pencarian

Tiga Jalur yang Bisa Menyingkirkan Gianni Infantino dari Kursi Presiden FIFA

Minggu, 02 Agustus 2026 • 22:37:31 WIB
Tiga Jalur yang Bisa Menyingkirkan Gianni Infantino dari Kursi Presiden FIFA
UEFA, Concacaf, dan AFC mengancam memboikot Piala Dunia sebagai bentuk penolakan terhadap rencana penjualan saham FIFA kepada investor eksternal.

BANTEN — Tekanan politik terhadap Gianni Infantino meningkat drastis setelah rencana FIFA menjual saham minoritas kepada investor eksternal gagal total. Skema yang dikenal sebagai FIFA Forward Enterprise (FFE) itu tidak hanya ditarik kembali pada Sabtu (1/8) dini hari WIB, tetapi juga meninggalkan luka kepercayaan yang dalam antara presiden FIFA dan federasi-federasi anggotanya.

Krisis dimulai ketika Infantino mengusulkan penjualan saham nonpengendali di FFE untuk menghimpun dana investasi sebesar 20 miliar dolar AS. Thrive Capital, perusahaan milik Joshua Kushner yang merupakan menantu Presiden AS Donald Trump, disebut-sebut sebagai kandidat utama pemimpin konsorsium investor dalam kesepakatan tersebut.

UEFA dan FA Bereaksi Keras, Boikot Piala Dunia Mengancam

Penolakan datang bertubi-tubi. UEFA, badan sepak bola Eropa, mengeluarkan pernyataan keras dan mengancam akan memboikot Piala Dunia jika rencana itu dijalankan. Sikap serupa diikuti oleh Concacaf dan AFC, membuat posisi Infantino semakin terisolasi di kancah global.

Di internal FIFA, dua pejabat senior memilih mundur. Penasihat senior Carlos Codeiro menyebut proposal tersebut sebagai "kesepakatan yang buruk bagi sepak bola", sementara Chief Operating Officer Kevin Lamour mengancam hengkang setelah merasa "ditipu" oleh Infantino.

Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA) bahkan secara terang-terangan meminta "peninjauan penuh terhadap kepemimpinan FIFA" melalui pernyataan resmi di akun X mereka. Desakan ini memperkuat posisi bahwa kepercayaan terhadap Infantino telah runtuh di kalangan federasi besar.

Mosi Tidak Percaya: Jalan Pertama dari 43 Negara Anggota

Jalur pertama untuk menyingkirkan Infantino adalah melalui mekanisme mosi tidak percaya. Statuta FIFA mengatur bahwa 20 persen dari 211 asosiasi anggota, atau setara 43 negara, dapat mengajukan permintaan Kongres FIFA darurat. Kongres ini wajib digelar dalam waktu tiga bulan setelah permintaan resmi diajukan.

Dalam kongres tersebut, agenda pemungutan suara untuk mencopot presiden dapat dimasukkan ke dalam daftar pembahasan. Jika dukungan politik Infantino runtuh di antara negara-negara anggota, jalur ini menjadi ancaman paling nyata bagi kelanjutan kepemimpinannya.

Jalur Komite Etik dan Ancaman di Pemilihan Maret

Jalur kedua datang dari Komite Etik FIFA. Lembaga ini memiliki kewenangan untuk menyelidiki dugaan pelanggaran kode etik oleh presiden, baik berdasarkan pengaduan resmi maupun inisiatif sendiri. Jika ditemukan pelanggaran, sanksi berupa larangan berkecimpung dalam aktivitas sepak bola dapat dijatuhkan.

Namun, analis menilai jalur ini memiliki kemungkinan kecil untuk berhasil. Belum ada bukti pelanggaran etika yang jelas dalam kontroversi FFE, sehingga proses hukum di internal FIFA kemungkinan besar tidak akan berujung pada pemecatan.

Jalur ketiga adalah melalui kekalahan dalam pemilihan presiden yang dijadwalkan berlangsung pada Maret mendatang. Kongres FIFA memiliki kewenangan penuh untuk memilih kandidat lain jika dukungan terhadap Infantino sudah tidak solid.

Mantan Ketua FA David Bernstein menilai Infantino masih bisa bertahan selama dukungan dari asosiasi nasional tetap kuat. "Dalam organisasi normal, jika dia harus mundur karena sesuatu sebesar ini, dia mungkin akan diminta meninggalkan jabatannya. Tetapi FIFA bukan organisasi normal. Jika dia mendapat dukungan dari cukup banyak asosiasi nasional, dia akan terus menjabat," ujarnya dikutip dari Sport Bible.

Koresponden olahraga Sky News, Rob Harris, menyebut langkah untuk memaksa Infantino pergi mulai "semakin cepat". Masa depan presiden berusia 56 tahun itu kini sepenuhnya bergantung pada peta dukungan politik di antara 211 federasi anggota FIFA.

Follow www.katabanten.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: rctiplus.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks