Pencarian

Ritual Keceran Cimande dan Gelar Seni Budaya KESTI TTKKDH Digelar di Situs Batu Goong Citaman Pandeglang

Sabtu, 12 September 2026 • 08:47:01 WIB
Ritual Keceran Cimande dan Gelar Seni Budaya KESTI TTKKDH Digelar di Situs Batu Goong Citaman Pandeglang
Peserta menampilkan Ritual Keceran Cimande dalam Gelar Seni Budaya KESTI TTKKDH di Situs Batu Goong Citaman, Pandeglang.

PANDEGLANG — Ritual Keceran Cimande dirangkaikan dengan Gelar Seni Budaya KESTI TTKKDH di kawasan Situs Batu Goong Citaman, Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pandeglang, Banten, Jumat (11/9/2026). Pelaksanaannya digelar DPC KESTI TTKKDH Kecamatan Pulosari bersama sejumlah pihak, dengan dukungan Kementerian Kebudayaan melalui Badan Pelestari Kebudayaan (BPK) Banten.

Rangkaian acara ini menjadi bagian dari upaya melestarikan sekaligus memperkenalkan seni dan tradisi lokal kepada masyarakat. Generasi muda ditempatkan sebagai salah satu sasaran utama dalam pengenalan budaya tersebut.

Pencak Silat dan Tradisi Cimande Jadi Daya Tarik Utama

Selain Ritual Keceran Cimande, acara dimeriahkan sejumlah pertunjukan seni budaya dan pencak silat. Pertunjukan tersebut menampilkan beragam tradisi masyarakat Banten.

Antusiasme masyarakat terlihat selama kegiatan berlangsung di kawasan Situs Batu Goong Citaman. Gelar budaya ini diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat kerja sama antara pemerintah, lembaga kebudayaan, organisasi seni, dan masyarakat dalam menjaga budaya lokal.

Ketua DPC KESTI TTKKDH Kecamatan Pulosari, Ade Rompal, mengapresiasi seluruh pihak yang ikut mendukung kegiatan tersebut. Dia berharap kegiatan pelestarian budaya dapat digelar secara berkelanjutan. Dengan begitu, seni tradisional, termasuk pencak silat dan budaya Cimande, tetap terjaga.

KESTI TTKKDH: Pelestarian Budaya Bukan Hanya Tanggung Jawab Pemerintah

Ketua DPD KESTI TTKKDH Kabupaten Pandeglang, Surya Wijaya, S.Sos., menegaskan bahwa pelestarian budaya bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga masyarakat dan organisasi kebudayaan.

KESTI TTKKDH, kata dia, tidak hanya berperan dalam pengembangan pencak silat, tetapi juga ikut menjaga warisan budaya agar tetap dikenal dan dipelajari generasi penerus.

"Budaya merupakan identitas bangsa yang harus kita jaga bersama. Melalui kegiatan seperti ini, kami ingin memperkuat kecintaan masyarakat, khususnya generasi muda, terhadap seni dan budaya tradisional," kata Surya Wijaya.

Surya juga menyampaikan terima kasih kepada Kementerian Kebudayaan melalui BPK Banten dan Pemerintah Kecamatan Pulosari atas dukungan terhadap kegiatan tersebut.

BPK Banten Sebut Komunitas Budaya Punya Posisi Strategis

Kepala BPK Banten, Suhedi, SS, MA, mengatakan gelar budaya memiliki peran penting dalam menjaga keberlangsungan kebudayaan di daerah. Dia menilai komunitas dan organisasi kebudayaan memiliki posisi strategis karena bersentuhan langsung dengan masyarakat.

"Kegiatan kebudayaan seperti ini penting karena menjadi ruang bagi masyarakat untuk menampilkan, mengenalkan, dan mewariskan seni budaya kepada generasi berikutnya," ujar Suhedi.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Camat Pulosari Juhanas Waluyo, S.TP., M.Si., unsur pemerintahan, jajaran pengurus KESTI TTKKDH, pelaku seni dan budaya, serta masyarakat.

Melalui kegiatan tersebut, KESTI TTKKDH menegaskan komitmennya untuk ikut melestarikan pencak silat, seni tradisional, serta nilai-nilai budaya Banten agar tetap hidup dan berkembang di tengah masyarakat.

Follow www.katabanten.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: japos.co

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks