Pencarian

Andrew Giuliani Sebut Penentang Infantino di FIFA Iri dan Bodoh, Trump Pasang Badan

Minggu, 16 Agustus 2026 • 10:16:31 WIB
Andrew Giuliani Sebut Penentang Infantino di FIFA Iri dan Bodoh, Trump Pasang Badan
Andrew Giuliani menyampaikan pembelaannya terhadap Gianni Infantino di tengah desakan mundur yang muncul setelah FIFA membatalkan proyek FIFA Forward Enterprise.

BANTEN — Kepala Satgas Gedung Putih untuk Piala Dunia 2026 itu menyampaikan pembelaannya di tengah tekanan yang menerpa Infantino. Desakan mundur muncul setelah FIFA membatalkan proyek FIFA Forward Enterprise (FFE), yang berencana menjual 20 persen saham Piala Dunia kepada investor. Rencana itu menuai kritik keras dari UEFA, CONCACAF, dan AFC sehingga akhirnya batal.

Kasus FFE ini kemudian dijadikan dalih oleh sejumlah federasi untuk menarik dukungan terhadap Infantino menjelang pemilihan presiden FIFA 2027. Namun, Giuliani menegaskan bahwa langkah tersebut adalah keputusan yang keliru besar bagi masa depan organisasi.

Piala Dunia 2026: Ajang Pertama yang Sepenuhnya Milik Visi Infantino

Giuliani menyoroti bahwa Piala Dunia 2026 di Amerika Utara akan menjadi turnamen pertama yang digagas dan diselenggarakan sepenuhnya di bawah kepemimpinan Infantino. Menurutnya, edisi Rusia 2018 dan Qatar 2022 hanyalah warisan dari era presiden sebelumnya.

"Orang-orang iri ketika seseorang berprestasi tinggi—dan apa yang telah dilakukan Gianni Infantino untuk FIFA adalah membawa mereka ke level yang sama sekali baru yang mungkin tidak mereka duga sebelumnya," kata Giuliani, dilansir dari ESPN, Selasa (15/4/2025).

"Anda harus ingat, ini adalah Piala Dunia pertama yang diselenggarakan Gianni Infantino sebagai presiden, bukan? Dia mewarisi Piala Dunia Rusia dan Qatar, dan melakukan pekerjaan yang baik dengan itu, tetapi ini yang pertama. Ini adalah visinya," tegasnya.

Peringatan Keras untuk Federasi yang Ogah Pilih Infantino

Giuliani tak ragu memberikan ancaman terselubung kepada federasi-federasi yang berencana meninggalkan Infantino. Ia menyebut keputusan tersebut akan menjadi noda dalam sejarah karier profesional para petinggi sepak bola dunia.

"Apa yang ingin saya katakan adalah, bagi presiden konfederasi sepakbola atau federasi sepakbola mana pun yang berpikir untuk tidak memilih Gianni Infantino, itu mungkin akan menjadi salah satu keputusan paling bodoh dalam karier profesional Anda," cibir Giuliani.

Sebelumnya, Donald Trump juga telah memperingatkan FIFA agar tidak mengambil keputusan mengganti Infantino. Dukungan dari Gedung Putih ini menjadi angin segar bagi Infantino yang kini tengah berjuang mempertahankan kursinya di tengah gempuran kritik dari berbagai konfederasi.

Follow www.katabanten.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: sport.detik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks