PANDEGLANG — Endan Umar meninggalkan posisi Kehumasan Sekretariat DPRD Kabupaten Pandeglang yang diembannya sejak 2015 hingga 2026. Sebelum dipercaya mengelola ranah kehumasan, alumnus S-2 Magister Administrasi Publik ini mengawali kiprahnya sebagai Koordinator Pendamping Komisi III, lalu berpindah tugas menjadi Koordinator Pendamping Komisi I.
Sejak pertama kali ditempatkan di Sekretariat DPRD Kabupaten Pandeglang pada 2011, ia melewati berbagai dinamika organisasi. Pria yang dikenal supel ini disebut selalu membawa ketenangan dan sukses memfasilitasi berbagai agenda besar DPRD Pandeglang.
Di kalangan jurnalis, nama Endan Umar sudah tidak asing. Ia menjadi penyambung lidah sekaligus perekat hubungan antara wartawan dengan lembaga legislatif.
"Sosok Pak Endan itu ASN yang sangat humanis dan humoris. Setiap tamu yang datang selalu diterima dengan baik, orangnya tidak neko-neko dan sangat luas pergaulannya, terutama di kalangan wartawan dan OKP," tutur Mbae, staf Humas yang sehari-hari bekerja bersamanya.
Ketua DPRD Kabupaten Pandeglang H. TB. Agus Khatibul Umam (Partai Golkar) turut memberikan apresiasi tinggi. Menurutnya, Endan Umar merupakan sosok pegawai yang loyal.
"Memiliki kompetensi komunikasi yang luar biasa. Serta mampu menjaga stabilitas hubungan kemitraan antara DPRD dengan publik dan media masa selama bertahun-tahun," ujarnya.
Sebagai ujung tombak humas, Endan berfokus pada fasilitasi kehumasan yang menjembatani hubungan personal maupun kelembagaan. Ruang lingkup kerjanya mencakup komunikasi internal dengan pimpinan dan anggota DPRD, hingga koordinasi eksternal berskala nasional.
Jangkauannya meliputi komunikasi antar-lembaga DPRD se-Indonesia, protokoler kementerian negara, kepolisian, partai politik, hingga merangkul Organisasi Kepemudaan (OKP), Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), dan Organisasi Kemasyarakatan (Ormas).
Saat dikonfirmasi mengenai kepindahannya, Endan menghela napas cukup berat, merefleksikan kedekatan emosionalnya dengan tempatnya mengabdi selama 15 tahun terakhir.
"Setiap orang ada masanya dan setiap masa ada orangnya. Mungkin sudah saatnya takdir saya melanjutkan karier ASN di Kementerian Haji dan Umroh. Mohon doa dan dukungannya semoga amanah dan berkah," ujarnya menutup perbincangan.
Wakil Bupati Pandeglang Iing Andri Supriadi menyatakan, Endan adalah sosok ASN yang humanis, adaptif dan bisa bergaul dengan siapa saja.
"Khususnya temen-temen media, OKP, sehingga terjalin komunikasi, kolaborasi yang konstruktif, antara eksternal dan internal, baik itu eksekutif maupun legislatif. Bulan ini mungkin Endan jabatan terakir jadi humas di Kabupaten Pandeglang, tentu kami Pemerintah Daerah Kabupaten Pandeglang mengucapkan terima kasih banyak, atas dedikasi pengabdiannya, semoga dedikasi pengabdiannya dibalaskan ganjaran yang berlipat ganda oleh Allah SWT," jelasnya.
Pemda akan mencari sosok pengganti yang minimal sama: humanis, adaptif, dan komunikatif dengan semua pihak. Tujuannya agar komunikasi menuju kondusifitas di Kabupaten Pandeglang tetap terjaga.
"Nanti kami akan mencari sosoknya atau barangkali ada masukan temen-temen wartawan untuk menjadi bahan pertimbangan Pemda kan tidak menjadi persoalan," pungkasnya.