Chery Yakin Bisa Jualan di Amerika Meski Ada Larangan Mobil China

Penulis: Ikhsan Maulana  •  Senin, 26 Oktober 2026 | 11:24:31 WIB
Wakil Presiden Chery, Charlie Zhang, menyampaikan keyakinan perusahaan dapat membangun kendaraan yang memenuhi aturan keamanan data Amerika Serikat.

BANTEN — Chery menyatakan masih melihat jalan untuk menjual mobil di pasar Amerika Serikat meski ada larangan kendaraan berbasis perangkat keras dan lunak China. Raksasa otomotif asal Wuhu itu membuka opsi kemitraan dengan pabrikan Amerika, sebuah langkah yang jarang diambil merek China lain. Sebelum itu, Chery lebih dulu akan masuk Kanada tahun depan.

Wakil Presiden Chery, Charlie Zhang, menyampaikan keyakinan perusahaan bahwa pihaknya mampu membangun kendaraan yang lolos aturan keamanan data Amerika Serikat. Pernyataan itu disampaikan kepada Reuters di tengah ketatnya regulasi Negeri Paman Sam terhadap komponen China.

Regulasi connected car melarang penjualan kendaraan yang memakai perangkat keras atau lunak buatan perusahaan China. Aturan ini sudah mencoret sejumlah merek dari daftar jualan, termasuk Polestar. Bagi Chery, pasar Amerika tetap menarik karena volumenya kedua terbesar di dunia setelah China.

Solusi Bebas Komponen China Jadi Kunci

Zhang menegaskan pendekatan teknis jadi jalan utama. Menurutnya, Chery bisa merancang kendaraan dengan rantai pasok yang tidak menyentuh komponen China sama sekali.

"Definitely from a technical point of view, we will be able to find a China-free solution in terms of hardware and software," kata Zhang kepada Reuters.

Pernyataan itu belum disertai rincian soal mitra yang dilirik. Zhang tidak menjelaskan bentuk kerja sama yang dibayangkan Chery, apakah lewat produksi bersama, penggunaan platform, atau lisensi teknologi. Reuters juga tidak menyebut nama pabrikan Amerika yang berpotensi diajak bicara.

Beda Langkah dengan BYD dan Geely

Sikap Chery ini berbeda dari merek China lain yang sudah lebih dulu menyuarakan ambisi ke Amerika. BYD dan Geely terang-terangan ingin masuk, bahkan sempat mengundang jurnalis Amerika mencoba produk mereka.

Dua merek itu tetap menyebut waktu sekarang belum tepat. Ketegangan geopolitik Amerika-China dinilai belum mendukung, sementara pabrikan yang sudah beroperasi di sana gencar menolak kehadiran mobil China. Sejumlah rancangan undang-undang baru juga mengarah pada pengetatan lebih lanjut.

Chery memilih jalur berbeda: tidak menunggu tensi mereda, tapi menyiapkan produk yang secara teknis memenuhi syarat. Pendekatan ini menempatkan kepatuhan regulasi sebagai pintu masuk, bukan sekadar pernyataan niat.

Pasar Ekspor Jadi Penopang Chery

Dorongan keluar dari China punya alasan konkret. Performa penjualan Chery di dalam negeri tergolong biasa, tetapi di pasar ekspor merek ini termasuk yang terkuat.

Chery bersama merek saudaranya seperti Jaecoo, Lepas, Jetour, dan iCar mencatat hasil mengejutkan. Jaecoo 7 PHEV menjadi mobil baru terlaris di Inggris selama dua bulan berbeda tahun ini. Produk Jaecoo dinilai sejumlah pengamat sebagai kendaraan berharga wajar dengan kelengkapan fitur melimpah.

Karakter itu cocok dengan kondisi pasar Amerika yang kekurangan pilihan murah. Bila Chery berhasil menembus masuk, posisinya berpotensi kuat di segmen kendaraan terjangkau.

Kanada Jadi Batu Pijakan Sebelum Amerika

Rencana jangka pendek Chery lebih jelas di Amerika Utara bagian utara. Zhang menyebut perusahaan akan mulai menjual mobil di Kanada pada tahun depan.

Langkah ke Kanada dipandang sebagai pendekatan bertahap menuju pasar Amerika. Meski demikian, masuknya Chery ke Amerika Serikat secara penuh masih terbilang jauh. Rencana perusahaan baru sebatas kerangka umum tanpa tenggat resmi maupun nama mitra.

Bagi konsumen Indonesia, manuver Chery ini relevan karena merek tersebut sudah beroperasi di pasar lokal lewat sejumlah model. Arah ekspansi global Chery, termasuk kesiapan rantai pasok bebas komponen China, bisa memengaruhi skala produksi dan pilihan model yang nantinya masuk ke Tanah Air.

Reporter: Ikhsan Maulana
Sumber: insideevs.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top