Pencarian

Harga Minyak Turun ke US$103, Pasar Tunggu Hasil Pemilu Sela AS

Rabu, 04 November 2026 • 11:24:01 WIB
Harga Minyak Turun ke US$103, Pasar Tunggu Hasil Pemilu Sela AS
Pergerakan harga minyak mentah Brent dan WTI pada perdagangan Rabu (4/11).

BANTEN — Harga minyak mentah Brent turun 26 sen atau 0,25 persen menjadi US$103,34 per barel pada perdagangan Rabu (4/11), sementara WTI melemah 53 sen atau 0,55 persen ke US$95,56 per barel. Investor memilih hati-hati menanti hasil pemilu sela Amerika Serikat dan perkembangan perundingan damai dengan Iran. Tekanan jual muncul di tengah ketidakpastian politik yang bisa mengubah arah kebijakan energi Washington.

Data Reuters mencatat penurunan Brent terjadi pada pukul 01.57 GMT atau 08.57 WIB. Pergerakan tipis tersebut mencerminkan pasar yang belum menemukan katalis baru. Pelaku pasar memilih mengunci posisi sambil menunggu hasil penghitungan suara di Kongres.

Pemilu Sela AS Jadi Penentu Kendali Kongres

Penghitungan suara pemilu sela masih berlangsung. Hasilnya akan menentukan apakah Partai Republik pimpinan Presiden Donald Trump tetap menguasai Kongres di sisa masa jabatan keduanya. Kendali legislatif berpengaruh langsung pada ruang gerak kebijakan energi dan luar negeri AS.

Bagi investor komoditas, komposisi Kongres menentukan seberapa leluasa pemerintahan Trump mengambil langkah agresif terhadap Iran. Pasar minyak sensitif terhadap setiap sinyal perubahan arah konflik.

Mediasi Qatar Berjalan, Kesepakatan Damai Masih Jauh

Qatar terus meningkatkan upaya mediasi untuk mencegah eskalasi serangan pascapemilu sela. Namun seorang pejabat senior Iran pada Selasa (3/11) menegaskan kesepakatan damai dengan AS masih jauh dari akhir. Pernyataan itu menahan harapan pasar akan normalisasi pasokan dari kawasan Teluk.

Di saat bersamaan, seorang pejabat AS mengonfirmasi militer negaranya baru saja melancarkan serangan "defensif" di Pulau Qeshm, Iran. Serangan menargetkan situs rudal permukaan-ke-udara yang digunakan untuk mengancam aset AS. Pejabat AS lain memastikan serangan bersifat terbatas dan tidak menandai dimulainya kembali operasi tempur skala besar.

Presiden Donald Trump menegaskan AS tidak memiliki rencana dalam waktu dekat untuk melancarkan serangan masif ke Iran. "Tampaknya kita mendapatkan semua yang kita inginkan," ujar Trump dalam wawancara telepon dengan Financial Times.

Stok Minyak AS Merosot 5,27 Juta Barel

Dari sisi pasokan, data American Petroleum Institute (API) menunjukkan stok minyak mentah AS merosot tajam 5,27 juta barel pada pekan yang berakhir 30 Oktober. Angka itu jauh meleset dari proyeksi delapan analis yang disurvei Reuters, yang justru memperkirakan kenaikan stok sekitar 880 ribu barel.

Rincian data API:

  • Stok minyak mentah turun 5,27 juta barel
  • Stok bensin naik 1,43 juta barel
  • Persediaan distilat turun 1,19 juta barel

Haitong Futures menilai kombinasi data tersebut secara umum mendukung harga minyak. "Persediaan solar masih ketat, sementara stok bensin naik lebih dari yang diperkirakan. Data tersebut secara umum mendukung harga minyak," tulis Haitong Futures dalam catatannya pada Rabu ini.

Yang Dicermati Pelaku Pasar Selanjutnya

Pasar akan menunggu rilis data resmi inventori minyak dari Badan Informasi Energi AS (EIA) yang dijadwalkan terbit pukul 10.30 EST atau 22.30 WIB hari ini. Data EIA menjadi acuan utama untuk mengonfirmasi penurunan stok versi API.

Jika EIA mengonfirmasi merosotnya persediaan, harga minyak berpeluang menahan pelemahan lebih lanjut. Sebaliknya, hasil pemilu sela yang memperkuat posisi Partai Republik berpotensi meredam premi risiko geopolitik di Timur Tengah.

Follow www.katabanten.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: cnnindonesia.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks