Pencarian

DPRD Kabupaten Tangerang Sebut Kolaborasi Pemerintah-Swasta Kunci Atasi Sampah Liar, 400 Warga Dilibatkan Bersihkan 4 Kawasan

Sabtu, 03 Oktober 2026 • 21:38:01 WIB
DPRD Kabupaten Tangerang Sebut Kolaborasi Pemerintah-Swasta Kunci Atasi Sampah Liar, 400 Warga Dilibatkan Bersihkan 4 Kawasan
Ketua DPRD Kabupaten Tangerang Muhammad Amud menghadiri agenda Gotong Royong Masyarakat Untuk Kebersihan Lingkungan di Tangerang.

Ketua DPRD Kabupaten Tangerang Muhammad Amud menilai kolaborasi antara pemerintah daerah dan pihak swasta menjadi kunci strategis menangani sampah liar yang masih marak di wilayah tersebut. Penegasan itu disampaikan saat menghadiri agenda Gotong Royong Masyarakat Untuk Kebersihan Lingkungan di Tangerang. Sebanyak 400 warga dari empat kelurahan dan tiga kecamatan di kawasan Lippo Karawaci terlibat langsung dalam aksi pembersihan tersebut.

TANGERANG — Amud menyatakan bahwa persoalan kebersihan lingkungan tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah daerah. Pengawasan terhadap titik-titik yang kerap dijadikan lokasi pembuangan sampah dinilai perlu diperkuat dengan melibatkan lebih banyak pihak.

"Pemerintah daerah itu harus kolaborasi dengan stakeholder, pihak swasta. Untuk menangani masalah persampahan, masalah kebersihan lingkungan. Karena tanpa kolaborasi itu agak sulit kita untuk menjaga lingkungan kita bersih," kata Amud.

Menurutnya, pemerintah bersama swasta dapat bahu membahu memperkuat pengawasan di lapangan. Masyarakat yang berada di sekitar kawasan juga diminta ikut terlibat mengawasi.

DPRD Hanya Jalankan Fungsi Pengawasan Kebijakan

Amud menjelaskan bahwa DPRD hanya menjalankan fungsi pengawasan dari sisi kebijakan. Sementara pemantauan di lapangan menjadi kewenangan pemerintah daerah melalui Dinas Lingkungan Hidup dan organisasi perangkat daerah terkait.

"Untuk memonitor kawasan-kawasan yang itu bukan tempat sampah, lalu oleh masyarakat dijadikan sebagai tempat sampah. Maka harus diawasi ketat oleh pemerintah daerah," ujarnya.

Dia juga mendorong pemerintah menyediakan titik pembuangan sampah yang mudah dijangkau masyarakat, terutama pada lahan-lahan milik pemerintah. Langkah itu dinilai bisa mencegah jalan dan ruang publik kembali menjadi lokasi pembuangan sampah.

400 Warga Bersihkan 4 Titik di Kawasan Lippo Karawaci

Wakil Ketua Komisi I DPRD Provinsi Banten Muhammad Faizal menyebutkan sebanyak 400 warga dari empat kelurahan dan tiga kecamatan di kawasan Lippo Karawaci Tangerang dilibatkan dalam kegiatan tersebut. Mereka langsung mengelola sampah di lingkungan dan jalur umum.

Ada empat wilayah yang menjadi sasaran pembersihan, yakni kawasan Bencongan Indah sekitar Masjid Lippo Karawaci, Jalan Raya Kelapa Dua, sekitar Danau Kelapa Dua, serta wilayah Kelurahan Binong-Pesar. Sejumlah titik di kawasan itu masih kerap dijadikan lokasi pembuangan sampah sembarangan.

"Di pinggir jalan banyak masyarakat buang sampah sembarangan, sampai berdagang di badan jalan. Itu yang harus kita selesaikan," kata Faizal.

Pembersihan Diminta Dilanjutkan dengan Penataan dan Penghijauan

Faizal berharap pembersihan tidak berhenti di aksi hari itu. Kawasan yang sudah dibersihkan perlu ditata dan dihijaukan agar tidak kembali menjadi titik pembuangan sampah.

Dia meminta dukungan TMD LippoLand untuk menanam pohon bougenville di sejumlah titik. Menurutnya, keberadaan tanaman itu bisa mempercantik kawasan sekaligus mencegah warga kembali membuang sampah sembarangan.

"Setelah bersih, saya mohon itu ditanami pohon bougenville. Supaya bagus dan tidak ada yang membuang lagi," kata dia.

Follow www.katabanten.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: banten.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks