SERPONG — Kevin Caesario Akbar mengukir sejarah baru bagi golf Indonesia. Ia menjadi pemain Tanah Air pertama yang mengangkat trofi Ciputra Golfpreneur Tournament sepanjang 11 edisi ajang tersebut digelar.
Kemenangan itu dipastikan lewat persaingan ketat di putaran final, Sabtu (29/8/2026). Kevin tampil gemilang dengan membukukan skor 63 atau sembilan di bawah par pada hari terakhir.
Birdie di Hole Terakhir Kunci Gelar Bersejarah
Kevin memastikan kemenangan setelah mencetak birdie di hole 18. Ia menuntaskan laga dengan total 263 pukulan atau 25 di bawah par.
Catatan tersebut sekaligus menyamai rekor skor terendah yang sebelumnya dibuat Matt Killen saat menjuarai turnamen tahun lalu. Pegolf Indonesia itu langsung bersujud syukur di green begitu putt terakhirnya masuk.
Sepanjang putaran final, Kevin mencatat delapan birdie dan satu eagle, serta hanya membuat satu bogey.
Dedikasi untuk Anak Pertama yang Baru Lahir
Momen juara ini terasa emosional bagi Kevin. Ia baru saja menjadi ayah pada Juli 2026, ketika anak pertamanya yang diberi nama Kaviendra Naratama Akbar lahir.
"Terima kasih kepada istri, papa saya, Ciputra Golfpreneur Foundation, para sponsor, dan semua yang sudah mendukung saya. Kemenangan ini saya dedikasikan untuk anak saya," kata Kevin seusai menerima trofi.
Kevin mengaku tidak terlalu memikirkan peluang juara selama pertandingan. Ia memilih fokus pada setiap pukulan, dan kesadaran untuk menang baru muncul di hole terakhir.
"Ketika tiba di hole terakhir, sebelum melakukan pukulan ketiga dan melihat papan klasemen, saya mulai berpikir kalau ada peluang menang," ujarnya.
"Hari ini bisa membukukan skor 63 rasanya luar biasa. Kalau mengingat permainan tiap hole rasanya sulit dipercaya karena banyak putting jarak jauh yang masuk, lalu bisa chip-in eagle," tambah Kevin.
Persaingan Ketat di Papan Atas Klasemen
Persaingan di papan atas klasemen berlangsung sengit. James Leow dari Singapura dan Khavish Varadan dari Malaysia harus puas menempati posisi T2 dengan skor 265 atau 23 di bawah par.
Sementara itu, juara bertahan Matt Killen dan Nathan Han dari Amerika Serikat berada di posisi T4 dengan skor 266 atau 22 di bawah par. Turnamen edisi ke-11 ini menyediakan total hadiah 150 ribu dolar Amerika Serikat.
Apresiasi untuk Pegolf Indonesia
Budiarsa Sastrawinata, Pendiri sekaligus Ketua Dewan Pembina Ciputra Golfpreneur Foundation, memberikan apresiasi kepada Kevin dan seluruh peserta. Ia menyebut kemenangan Kevin menjadi catatan penting bagi golf nasional.
"Selamat kepada semua pemain yang sudah menunjukkan semangat berkompetisi. Dari 11 edisi turnamen ini diselenggarakan, juaranya selalu berasal dari negara yang berbeda dan sekarang giliran Indonesia," kata Budiarsa.
Turnamen yang digelar sejak 2014 ini sempat vakum pada 2020 dan 2021 akibat pandemi Covid-19. Setiap edisinya sebelumnya selalu melahirkan juara dari negara berbeda.
Pegolf Amatir Indonesia Siap Hadapi Putra Cup
Di sisi lain, pegolf amatir Indonesia Kenneth Henson Sutianto menjadi lowest amateur setelah mengumpulkan skor 287 atau satu di bawah par. Ia mengaku cukup puas dengan penampilannya di turnamen ini.
Dua pekan setelah Ciputra Golfpreneur Tournament 2026, Kenneth dijadwalkan memperkuat Indonesia pada Southeast Asian Team Golf Championships. Ia akan tampil di ajang Putra Cup di Hong Kong sekaligus membawa pengalaman dari turnamen di Damai Indah Golf sebagai bahan evaluasi.