Pencarian

Jalan Rusak Menuju Baduy di Lebak Bakal Diperbaiki Oktober 2026, Anggaran Masuk Perubahan APBD

Sabtu, 29 Agustus 2026 • 15:47:02 WIB
Jalan Rusak Menuju Baduy di Lebak Bakal Diperbaiki Oktober 2026, Anggaran Masuk Perubahan APBD
Petugas menunjukkan kondisi ruas jalan rusak menuju kawasan wisata Adat Baduy di Lebak, Banten.

LEBAK — Pemerintah Kabupaten Lebak memastikan ruas jalan menuju kawasan wisata Adat Baduy akan segera ditambal. Perbaikan dijadwalkan masuk dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) perubahan tahun 2026.

"Ada penanganan di anggaran perubahan, kemungkinan Oktober," kata Kepala Bidang Bina Marga DPUPR Lebak, Hamdan Soleh, Sabtu (29/8/2026).

Prioritas Perbaikan di Titik Rusak Parah

Hamdan menjelaskan, penanganan akan difokuskan di ruas Aweh-Cikapek. Panjang total ruas yang diperbaiki mencapai 2,5 kilometer, namun pengerjaan hanya dilakukan di titik-titik yang mengalami kerusakan berat.

"Rencana penanganan 2,5 kilometer di spot-spot yang rusak," ujarnya.

Menurut Hamdan, kerusakan jalan ini bukan tanpa sebab. Aktivitas kendaraan besar pengangkut pasir dari kegiatan pertambangan disebut menjadi biang kerok utama. Meski tambang kini sudah tidak beroperasi, jejak kerusakan masih membekas di aspal.

"Di awal-awal ada tambang, efek dari tambang yang ada di situ awalnya, sekarang jalan rusak, tambangnya sudah nggak aktif, tapi meninggalkan kerusakan jalan," katanya.

Pengecoran Leuwidamar-Pasirkupa Sempat Tersendat

Sementara itu, perbaikan di ruas Leuwidamar-Pasirkupa yang sudah berjalan justru menghadapi kendala teknis. Proses pengecoran beton sempat terhenti karena pasokan material dari batching plant tersendat.

"Lewidamar-Pasirkupa lagi ada penanganan 2,5 kilometer itu sudah berjalan, cuma beberapa hari ini belum ada pengecoran lagi, tersendat di batching plant," pungkasnya.

Warga dan Tokoh Adat Keluhkan Akses Rusak

Kondisi jalan berlubang dan bergelombang di ruas Jalan Raya Aweh-Gununganten-Cikapek membuat pengendara tidak nyaman. Budi, seorang pengendara di Lebak, mengaku kerap kesulitan melintasi akses menuju permukiman adat Baduy tersebut.

"Jalan rusak ini membuat tidak nyaman saat dilintasi," kata Budi, Kamis (27/8/2026).

Keluhan serupa datang dari tokoh adat. Kepala Desa Kanekes atau Jaro Pemerintah Masyarakat Adat Baduy, Oom, menyebut kerusakan jalan mempersulit mobilitas warga dan menurunkan kenyamanan wisatawan yang datang untuk Saba Budaya Baduy.

"Pengunjung banyak yang menanyakan, katanya jalan menuju Baduy cukup lumayan rusak. Mau lewat Kalang Anyar atau Aweh, katanya sama-sama ada yang rusak," ucapnya.

Terminal Ciboleger Juga Disorot

Oom berharap perbaikan tidak hanya menyentuh badan jalan, tetapi juga fasilitas penunjang seperti Terminal Ciboleger yang menjadi pintu masuk utama wisatawan. Ia menilai terminal yang ada saat ini terlalu kecil untuk menampung kendaraan pengunjung.

"Jadi kami mendukung dan mendorong agar pembangunan akses menuju Saba Baduy dipercepat. Terminal ini kecil, nggak bisa muat banyak kendaraan. Mereka yang hendak ke Baduy pada balik lagi karena parkiran penuh," pungkasnya.

Follow www.katabanten.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: news.detik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks