BANTEN — Nama Athos Salomé mendadak ramai diperbincangkan setelah klaimnya meramal juara Piala Dunia 2026 dianggap tepat. Akun Instagramnya, @athos_salome, kini sudah diikuti lebih dari 1 juta orang, dan ia dijuluki 'Nostradamus hidup' oleh para penggemarnya.
Salomé memang bukan nama baru di dunia ramal-meramal. Ia mengaku telah memprediksi pandemi COVID-19 hingga wafatnya Ratu Elizabeth. Namun, prediksi terbarunya yang bikin geger justru soal peta politik global yang disebutnya akan mencapai titik kritis di 2026.
Klaim Prediksi Spanyol Juara Piala Dunia 2026
Dalam unggahannya yang dilansir dari The Post, Salomé mengaku sudah berulang kali menegaskan Spanyol sebagai kandidat juara paling mungkin. Ia mengklaim hasil final yang mempertemukan Spanyol melawan Argentina dengan skor 1-0 membuktikan ramalannya.
"Sementara banyak peramal dan komentator di seluruh dunia memprediksi Portugal atau negara lain yang akan mengangkat trofi, saya berhasil mengidentifikasi para finalis," ujarnya. "Hasil akhirnya kini telah membuktikan kebenaran prediksi tersebut," tambah pria yang menyebut dirinya parapsikolog itu.
Meski begitu, akurasi Salomé masih kalah dari seekor kucing bernama Billy. Kucing tersebut disebut berhasil menebak dengan tepat hasil dari 22 dari 24 pertandingan yang tidak berakhir seri di Piala Dunia 2026.
Ramalan Konflik Iran, Israel, dan Rusia
Di luar sepak bola, Salomé juga memperingatkan meningkatnya ketegangan antara Iran dan Israel. Ia mengklaim melihat gejolak terkait pengayaan uranium Iran yang akan memicu periode ketidakstabilan regional baru dan mendalam, khususnya di sekitar kuartal kedua tahun 2026.
"Ketegangan di Timur Tengah diperkirakan akan mencapai titik kritis," ramalnya. Intensitas konflik ini disebutnya bakal berdampak luas pada keamanan global, termasuk jalur energi dan ekonomi dunia.
Tidak berhenti di Timur Tengah, Salomé juga menyoroti pergerakan Rusia yang disebutnya sedang memindahkan sistem rudal ke wilayah-wilayah strategis di Arktik. Ia memperingatkan potensi konfrontasi langsung dengan NATO saat es mencair pada 2026.
"Hal ini meningkatkan kemungkinan terjadinya konfrontasi langsung dengan NATO saat es mencair pada tahun 2026, sebuah masa ketika jalur pelayaran baru dan cadangan energi dapat memainkan peran krusial," tuturnya memperingatkan.
Pandangan Pakar Soal Risiko Nuklir di Arktik
Klaim Salomé soal Arktik sejalan dengan analisis pakar risiko nuklir Carl Parkin. Dalam artikel untuk Foreign Policy Research Institute, Parkin menyebut mencairnya es laut membuka peluang Rusia memanfaatkan keuntungan ekonomi Arktik sekaligus meningkatkan kehadiran militernya.
Namun, Parkin berpendapat penyusutan es Arktik tidak sepenuhnya menguntungkan Rusia. "Seiring mencairnya es, senjata nuklir Rusia menjadi semakin rentan," tulis peneliti di Existential Risk Lab Universitas Chicago itu.
"Sekutu harus mampu menyeimbangkan langkah secara cermat antara memanfaatkan kerentanan ini secara tepat dan menghindari reaksi berlebihan dari pihak Rusia," simpulnya. Pernyataan ini menambah perspektif bahwa dinamika geopolitik 2026 memang penuh ketidakpastian, baik di medan nyata maupun di jagat ramalan.