BANTEN — Kabar buruk menghampiri komunitas fighting game. Riot Games mengumumkan bahwa 2XKO, game fighting bergaya tag team yang berbasis dari jagat League of Legends, akan menghentikan pengembangan aktifnya pada Desember 2026. Pengumuman ini disampaikan langsung melalui blog resmi mereka pada Rabu (20/8), menegaskan bahwa meski server tetap hidup, masa depan game tersebut sebagai produk yang terus diperbarui telah berakhir.
Alasan Penghentian: Basis Pemain Tak Kunjung Membesar
Tim pengembang 2XKO mengakui bahwa mereka telah memantau trajektori game selama beberapa bulan terakhir. Hasilnya, meskipun banyak pemain yang mencoba game ini, hanya sedikit yang bertahan untuk bermain dalam jangka panjang.
"Kami tidak melihat perubahan yang berarti dan berkelanjutan dalam trajektori 2XKO; hanya sebagian kecil dari apa yang dibutuhkan untuk tren menuju keberlanjutan," tulis tim dalam pengumuman resminya. Pernyataan ini sekaligus menjawab spekulasi yang beredar sejak Februari 2026, ketika Riot melakukan PHK besar-besaran terhadap tim pengembang game tersebut.
Kronologi: Dari PHK Hingga Keputusan Final
Keputusan ini sebenarnya sudah bisa ditebak sejak awal tahun. Pada Februari 2026, Riot memangkas puluhan anggota tim pengembang 2XKO, sebuah langkah yang langsung memicu kekhawatiran di kalangan penggemar. Kekhawatiran tersebut ternyata terbukti benar enam bulan kemudian.
Tim pengembang menyatakan bahwa mereka telah mempertimbangkan berbagai opsi, termasuk mengurangi ukuran tenaga kerja, menyesuaikan jadwal patch, dan mengubah model bisnis. Namun, semua opsi tersebut dinilai tidak cukup untuk menyelamatkan game ini.
Jadwal Rilis Konten Terakhir dan Perubahan Sistem
Meski pengembangan aktif dihentikan, Riot masih menyisakan beberapa konten terakhir untuk para pemain setia. Patch konten final akan dirilis pada Oktober 2026, menghadirkan dua champion baru yaitu Lux dan Samira, serta berbagai perbaikan fitur.
Setelah itu, sejumlah sistem besar akan dihapus. Battle Pass, KO Points, Champion Tokens, musim, dan event akan dinonaktifkan. Lobi ranked juga akan dimatikan untuk menyatukan kumpulan pemain di setiap server, sementara lobi kasual tetap menggunakan sistem matchmaking berdasarkan skill.
Refund Total dan Paket Konten Murah
Sebagai bentuk kompensasi, Riot akan menonaktifkan pembelian KO Points dan merefund semua pembelian yang dilakukan sebelum 20 Agustus. Selain itu, hampir seluruh konten kosmetik 2XKO akan dijual dalam satu paket bundel seharga USD 39,99 (sekitar Rp 620 ribu).
Riot juga akan membuka hampir semua konten gameplay, termasuk seluruh champion, agar bisa diakses pemain. Ini memastikan bahwa mereka yang tetap bertahan bisa menikmati game secara penuh tanpa biaya tambahan.
Nasib Scene Kompetitif dan Reaksi Komunitas
Untuk scene kompetitif, 2XKO Competitive Series akan tetap berjalan hingga akhir 2026 dengan event final pada November. Riot berjanji tetap mendukung turnamen dengan menyediakan hadiah untuk semua event Major dan Challenger. Namun, mulai 2027, turnamen hanya bisa dijalankan oleh komunitas menggunakan pedoman kompetisi komunitas mereka.
Kabar ini tentu memicu reaksi keras dari komunitas fighting game. Akun resmi Evo, turnamen fighting game terbesar di dunia, merespons dengan singkat: "Bukan kabar yang kami harapkan hari ini. Kirim cinta untuk tim yang bekerja keras menghidupkan game ini." Kritik juga datang dari pemain yang menyayangkan keputusan Riot untuk menghentikan game yang tidak mencapai level kesuksesan League of Legends.
Dengan server yang tetap online dan semua konten terbuka, 2XKO akan tetap bisa dimainkan dalam mode kasual dan privat. Namun, tanpa pengembangan aktif, masa depan game ini di tangan komunitas yang masih setia memainkannya.