Pencarian

Review Meze Audio 105 AER dan iFi hip dac 3: Setup Audiophile Rp 8 Jutaan yang Nyaman Dipakai Seharian

Senin, 03 Agustus 2026 • 10:03:32 WIB
Review Meze Audio 105 AER dan iFi hip dac 3: Setup Audiophile Rp 8 Jutaan yang Nyaman Dipakai Seharian
Meze Audio 105 AER dan iFi hip dac 3 dipajang sebagai satu kesatuan setup audio portabel.

BANTEN — Setup ini lahir dari kebutuhan mendengarkan musik secara kritis tanpa membuat telinga cepat lelah. Penulis artikel asli adalah penguji audio dan pengendara motor, jadi telinganya terbiasa dengan kebisingan. Karena itu, dia memilih tuning hangat yang cenderung gelap daripada suara netral yang terang dan bisa memicu kelelahan mendengar.

Pilihan jatuh pada headphone terbuka Meze Audio 105 AER seharga USD 399 (sedang diskon USD 299 di Amazon) dan DAC portabel iFi hip dac 3 seharga USD 199. Totalnya USD 498, masih di bawah anggaran USD 500 yang dia tetapkan.

Mengapa Meze 105 AER dan Bukan HIFIMAN Sundara?

HIFIMAN Sundara sering direkomendasikan di Reddit karena suaranya yang luas dan bass yang mantap berkat driver planar. Namun, menurut penulis, build quality-nya buruk. Headphone ini sering masuk daftar produk yang sering diretur di Amazon, dan banyak laporan soal headband yang patah.

Sementara itu, Sennheiser HD 650 punya tuning hangat yang ideal, tapi harganya bisa melewati USD 500 dan butuh DAC bertenaga ekstra untuk membuatnya tampil maksimal. Penulis juga sempat mempertimbangkan HD 550, tapi bentuknya disebut mirip diagram anatomi dari pelajaran biologi.

Meze 105 AER menawarkan solusi berbeda. Dari segi build quality, headphone ini terasa jauh lebih mahal dari harganya. Headband-nya tidak perlu disetel—pegasnya menyesuaikan sendiri dengan kepala saat dipakai, memberikan tekanan yang pas tanpa membuat pegal.

Karakter Suara: Hangat, Halus, dan Ramah di Telinga

Suara 105 AER tidak netral alias klinis. Bass-nya menonjol dan halus, mid-range-nya menjadi bintang utama. Gitar distorsi di lagu "Seek & Destroy" dari Metallica dan "Siva" dari The Smashing Pumpkins terdengar punya tekstur yang kaya. Vokal John Fogerty di "Fortunate Son" dari Creedence Clearwater Revival terdengar organik dengan detail serak yang jelas.

Kelemahannya ada di treble. Headphone ini tidak seterang Sennheiser, jadi detail simbal dan efek latar yang shimmering tidak terlalu menonjol. Namun, justru di sinilah keunggulannya: tidak ada rasa capek mendengar saat memutar album "Outlandos d'Amour" dari The Police yang terkenal ramai di bagian drum.

Panggung suaranya luas, ciri khas headphone open-back. Lagu "Antigravity" dari Sohn membuka dengan perkusi spasial yang bergerak ke dalam dan keluar pada bidang horizontal—cukup impresif untuk headphone di kelas harga ini.

iFi hip dac 3: Solusi untuk Bass yang Lebih Dalam

Meze 105 AER sebenarnya mudah digerakkan. Dengan impedansi 42? dan sensitivitas 112 dB/mW, headphone ini bisa berbunyi keras walau dicolok ke laptop atau smartphone. Tapi, suaranya akan lebih terkontrol dan bebas distorsi jika diberi DAC khusus.

Penulis memilih iFi hip dac 3 daripada FiiO K11 R2R karena satu fitur: tombol Xbass. Mode ini menambah amplifikasi hingga +6dB di rentang 20-30Hz. Ini penting karena 105 AER tidak sedalam Sundara di sub-bass. Dengan menekan satu tombol, getaran bass di lagu yang membutuhkannya bisa hadir tanpa mengubah karakter suara keseluruhan.

DAC ini berbentuk seperti hip flask, muat di saku, dan punya daya yang cukup untuk headphone yang lebih sulit digerakkan di masa depan. Harganya USD 199, dan penulis menyukai fakta bahwa produk ini mendukung perusahaan asal Inggris, meski tetap diproduksi di China.

Kelebihan dan Kekurangan Setup Ini

  • Kelebihan headphone: Build quality premium dengan desain Art Deco, headband yang menyesuaikan sendiri, nyaman dipakai berjam-jam, suara hangat yang tidak melelahkan.
  • Kekurangan headphone: Treble tidak seterang kompetitor, sub-bass kurang dalam tanpa bantuan DAC, tuning hangat mungkin kurang pas untuk yang mencari suara netral.
  • Kelebihan DAC: Portabel, punya tombol Xbass yang berguna, daya cukup besar untuk upgrade headphone berikutnya.
  • Kekurangan DAC: Tidak punya fitur lanjutan seperti upsampling yang ada di FiiO K11 R2R, aplikasi pendukungnya kurang baik.

Verdict: Cocok untuk Siapa?

Setup ini bukan untuk mereka yang mencari suara referensi yang super detail dan netral. Ini untuk pendengar harian yang ingin menikmati musik dalam waktu lama tanpa merasa lelah. Meze 105 AER adalah headphone yang mudah dicintai, dan iFi hip dac 3 menutup kekurangannya di frekuensi terendah.

Dengan total USD 498, paket ini menawarkan nilai yang sulit ditandingi. Harganya lebih murah dari AirPods Max 2, tapi memberikan pengalaman mendengar yang jauh lebih serius dan personal.

Follow www.katabanten.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: tomsguide.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks