Fleetwood Kalahkan Arsenal 5-3 di Adu Penalti, tapi Wajib Coret Satu Pemain

Penulis: Hendra Setiawan  •  Rabu, 28 Oktober 2026 | 18:50:01 WIB
Fleetwood Town merayakan kemenangan atas Arsenal melalui adu penalti 5-3 di Piala EFL.

BANTEN — Fleetwood Town menyingkirkan Arsenal lewat adu penalti 5-3 di Piala EFL setelah bermain imbang 1-1 selama 90 menit. Kemenangan bersejarah itu tetap menyisakan satu keanehan: Fleetwood harus mencoret satu pemain dari daftar penendang karena Arsenal hanya bermain dengan 10 orang.

Aturan Law 10.3 dari International Football Association Board (IFAB) memaksa Fleetwood menyamakan jumlah penendang dengan Arsenal yang kehilangan Max Dowman akibat kartu merah di babak kedua. Bek Jake Batty menjadi nama yang dikorbankan agar adu penalti berjalan 10 lawan 10.

Keputusan itu bukan pilihan taktis pelatih, melainkan konsekuensi langsung dari regulasi yang jarang terekspos ke permukaan. Komentator Sky Sports, Peter Drury, sempat menjelaskan situasi tersebut secara langsung saat adu penalti berlangsung.

Kartu Merah Dowman Ubah Komposisi Adu Penalti

Max Dowman, pemain muda Arsenal, diusir wasit pada paruh kedua laga. Kartu merah itu membuat Arsenal menuntaskan pertandingan dengan 10 pemain, termasuk saat adu penalti dimulai.

Regulasi IFAB menegaskan, jika satu tim memiliki jumlah pemain lebih banyak pada akhir pertandingan atau sebelum dan selama tendangan penalti, tim tersebut wajib mengurangi jumlahnya agar sama dengan lawan. Wasit juga harus diberi tahu nama dan nomor setiap pemain yang dikecualikan.

Pemain yang dikecualikan tidak berhak ikut menendang, termasuk kiper yang bertugas menahan penalti. Fleetwood lantas menunjuk Batty sebagai pemain yang absen dari daftar penendang.

Jake Batty Jadi Korban Aturan, Bukan Pilihan Pelatih

Nama Batty muncul bukan karena performa atau strategi, melainkan semata-mata untuk memenuhi keseimbangan jumlah penendang. Drury menyebut keputusan itu sebagai konsekuensi langsung dari kartu merah Dowman.

"Fleetwood harus menominasikan satu pemain untuk tidak mengambil penalti, dan itu Jake Batty karena kartu merah Dowman, jadi jadinya 10 lawan 10," ujar Drury saat mengomentari laga.

Bagi Fleetwood, pengorbanan Batty tidak sia-sia. Mereka tetap menang 5-3 dan melaju ke perempat final Piala EFL untuk pertama kalinya dalam sejarah klub.

Kemenangan Bersejarah Fleetwood di Tengah Aturan Ketat

Hasil di Highbury menjadi capaian terbesar Fleetwood sepanjang sejarah keikutsertaan mereka di kompetisi ini. Klub kecil itu menyingkirkan Arsenal, tim yang bermain di level tertinggi Liga Inggris, lewat drama adu penalti.

Arsenal sempat unggul lebih dulu, tetapi Fleetwood menyamakan kedudukan hingga laga berakhir 1-1. Skor imbang memaksa pertandingan dilanjutkan ke adu penalti tanpa perpanjangan waktu sesuai format Piala EFL.

Kemenangan ini sekaligus memperlihatkan bagaimana detail kecil dalam Laws of the Game bisa memengaruhi jalannya pertandingan besar. Fleetwood membuktikan mereka tetap bisa menang meski harus kehilangan satu eksekutor akibat aturan yang jarang dibahas di luar lapangan.

Reporter: Hendra Setiawan
Sumber: bbc.co.uk This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top