Mety Daud Ultah ke-65, Pesan soal Musik Indonesia Mendunia

Penulis: Ikhsan Maulana  •  Rabu, 14 Oktober 2026 | 18:52:01 WIB
Vokalis D' Uncle, Mety Daud, merayakan ulang tahun ke-65 dengan konsep Hollywood Oscar Glamour di sebuah restoran kawasan Gandaria, Jakarta.

BANTEN — Vokalis D' Uncle, Mety Daud, merayakan ulang tahun ke-65 dengan pesta berkonsep Hollywood Oscar Glamour di sebuah restoran kawasan Gandaria, Jakarta. Perayaan itu dihadiri sejumlah nama seperti Lita Zen, Thomas Djorghi, Mongol, Ermy Kullit, Machica Mochtar, hingga Tessa Kaunang. Di tengah acara, Mety menyoroti kebutuhan sponsor bagi musisi Indonesia yang ingin tampil di luar negeri.

Meutia Daud Tenenbaum, yang akrab disapa Mety, menyewa satu restoran di kawasan Gandaria, Jakarta, untuk merayakan ulang tahunnya. Konsep yang diusung adalah Hollywood Oscar Glamour, lengkap dengan karpet merah, musik, dan deretan tamu dari kalangan hiburan serta relasi.

Pesta itu bukan sekadar perayaan usia. Mety menyebut momen tersebut sebagai bentuk apresiasi atas perjalanan hidup dan kebersamaan dengan orang-orang terdekat. Baginya, kehadiran sahabat dan keluarga jauh lebih berarti ketimbang kemewahan acara.

Siapa Saja yang Hadir

Sejumlah artis tampil memeriahkan acara, antara lain Lita Zen, Thomas Djorghi, Mongol, Ermy Kullit, Machica Mochtar, dan Tessa Kaunang. Pertemuan itu sekaligus menjadi ajang reuni bagi para sahabat, musisi, dan figur publik yang dekat dengan perjalanan Mety.

Mety dikenal sebagai bagian dari komunitas Indonesia di Amerika Serikat. Bersama D' Uncle, ia sebelumnya aktif tampil untuk mempererat kebersamaan warga Indonesia di perantauan lewat musik.

Alasan D' Uncle Masih Aktif

Di usia yang tak lagi muda, Mety menegaskan grup musiknya masih berjalan. D' Uncle, katanya, hadir untuk melepas rasa rindu warga Indonesia di luar negeri terhadap lagu-lagu Tanah Air.

"Tujuannya D' Uncle untuk membuat masyarakat Indonesia seperti, karena mereka rindu Indonesia jadi, mereka rindu dangdut, rindu semuanya. Itu hanya D' Uncle yang bisa menyediakan itu, karena dengan dana kita sendiri, dengan uang kita, karena mereka tidak punya uang sama sekali," ujarnya dalam keterangan resmi, Rabu (14/10/2026).

Ia membandingkan kondisi komunitas Indonesia dengan komunitas negara lain di perantauan. Menurut Mety, Filipina, Taiwan, Tiongkok, Singapura, dan Malaysia punya komunitas yang lebih tertata, sementara Indonesia belum memiliki wadah serupa.

Pesan untuk Pemerintah soal Sponsor

Mety menyoroti persoalan pendanaan yang membuat musisi Indonesia sulit menembus panggung internasional. Ia menyebut banyak musisi ingin tampil di luar negeri, tetapi terkendala tidak adanya sponsor.

"Iya, sebenarnya banyak ya musisi Indonesia mau ke sana, cuman mereka butuh sponsor. Sponsornya enggak ada. Di mana pemerintah, di mana uangnya, ayolah," katanya.

Ia meyakini setiap acara yang berkaitan dengan Indonesia akan selalu ramai. Karena itu, dukungan finansial dinilai menjadi kunci agar musisi Tanah Air bisa lebih sering tampil di luar negeri.

Perayaan ulang tahun ke-65 Mety Daud menempatkan persoalan pendanaan dan pembinaan komunitas sebagai catatan tersendiri di industri musik Indonesia, terutama bagi musisi yang ingin berkarier di panggung global.

Reporter: Ikhsan Maulana
Sumber: hot.detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top