TANGERANG — Penyemprotan air bertekanan tinggi dari kendaraan water cannon Polresta Tangerang terlihat di sejumlah titik jalan di Kabupaten Tangerang, Senin (7/9). Prioritas pembersihan difokuskan di area publik, salah satunya kawasan Puspemkab Tangerang yang menjadi pusat aktivitas pemerintahan dan masyarakat.
Kapolresta Tangerang, Kombes Pol Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah, menyatakan pengerahan armada ini merupakan respons cepat atas menyebarnya material vulkanik yang dapat mengganggu kenyamanan pengguna jalan.
“Abu vulkanik berpotensi mengganggu aktivitas warga, kami meresponnya dengan langkah preventif,” kata Indra Waspada di lokasi.
Indra menjelaskan, proses pembersihan tidak dilakukan serentak di seluruh wilayah. Pihaknya menyisir titik-titik yang dianggap prioritas dengan mempertimbangkan kondisi lapangan dan kebutuhan masyarakat.
“Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mengantisipasi dampak sebaran abu vulkanik terhadap masyarakat, khususnya pengguna jalan dan warga yang beraktivitas di ruang terbuka,” ucapnya.
Semprotan air dari water cannon diarahkan langsung ke permukaan jalan aspal. Metode ini dipilih untuk membersihkan lapisan abu yang menempel sekaligus mencegah partikel halus kembali beterbangan saat dilintasi kendaraan bermotor.
Polresta Tangerang mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak panik menyikapi fenomena ini. Pengguna jalan yang melintasi area penyemprotan diminta untuk menyesuaikan kecepatan dan mematuhi arahan petugas di lapangan.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, tetapi waspada. Pengguna jalan agar berhati-hati apabila melintasi ruas jalan yang sedang dilakukan penyemprotan, serta mengikuti arahan petugas di lapangan,” kata Indra Waspada.
Selain operasi pembersihan jalan, kesiapsiagaan personel juga ditingkatkan untuk mengantisipasi potensi dampak erupsi susulan Gunung Anak Krakatau.
Masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan disarankan menggunakan masker untuk melindungi saluran pernapasan apabila kondisi udara mulai terasa pekat oleh debu vulkanik. Informasi resmi perkembangan status gunung dapat dipantau melalui kanal pemerintah dan instansi berwenang.