TANGERANG — Kompetisi futsal pelajar itu mempertemukan empat tim perwakilan dari masing-masing kabupaten dan kota. Dengan skema tersebut, pembinaan diharapkan tidak menumpuk di satu wilayah, melainkan merata di delapan kabupaten dan kota se-Provinsi Banten.
Pembukaan turnamen dihadiri perwakilan FIN sebagai jaringan media massa, Asosiasi Futsal Indonesia (AFI) Provinsi Banten, serta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten. Ketiga pihak disebut Gubernur telah bersinergi menyiapkan ajang tersebut.
Empat Tim per Daerah, Pembinaan Tidak Terpusat di Satu Kota
Pelaksana Tugas Ketua Asosiasi Futsal Provinsi Banten, Awal Pasenggong, menyebut FIN Super League Futsal 2026 punya tiga tujuan utama: pemerataan pembinaan, kompetisi gratis, dan pembinaan berjenjang yang berorientasi prestasi.
"Peserta kompetisi ini merupakan empat perwakilan dari masing-masing kabupaten/kota se-Provinsi Banten. Tujuannya agar pembinaan tidak terpusat di satu kota, tetapi merata di delapan kabupaten dan kota," jelas Awal.
Menurut Awal, penyelenggaraan kompetisi tanpa biaya pendaftaran membuka pintu bagi pelajar dari sekolah dengan anggaran terbatas. Kesempatan bertanding dinilai lebih penting ketimbang sekadar mengejar trofi di satu event.
Banten Siap Gelar Pra-PON 2027, Jadi Motivasi Tambahan
Awal juga menyampaikan kesiapan Banten menyelenggarakan Pra-PON 2027. Agenda itu diharapkan memacu atlet muda untuk menaikkan level latihan sejak sekarang.
Gubernur Andra Soni menilai futsal tidak hanya soal postur tubuh. Kecepatan dan kelincahan pemain, katanya, membuat atlet Banten punya peluang bersaing di tingkat dunia.
"Semakin banyak pertandingan, akan semakin (banyak) menghasilkan atlet-atlet terbaik," ujar Andra Soni.
Ia pun mendorong PSSI dan Asosiasi Futsal Provinsi Banten menambah frekuensi pertandingan. Semakin sering kompetisi digelar, semakin besar peluang lahir atlet berkualitas dari kampung-kampung dan sekolah di Banten.
Bukan Sekadar Menang, Ajang Silaturahmi Antarpelajar
Direktur fin.co.id, Verry Madur, menegaskan kompetisi ini tidak semata berorientasi pada kemenangan. Turnamen juga menjadi ruang mempererat silaturahmi antarpelajar sekaligus menjaring bibit unggul futsal daerah.
"Kalau bisa, acara-acara seperti ini terus berkesinambungan. Karena pasti banyak bibit-bibit luar biasa di Provinsi Banten," pungkas Verry.
Gubernur menutup dengan ajakan membangun Banten sebagai daerah yang tidak hanya kaya talenta olahraga, tetapi juga punya sistem pembinaan yang mampu mengantar talenta itu menjadi atlet berprestasi.
"Mari kita bangun Provinsi Banten sebagai daerah yang tidak hanya memiliki banyak talenta olahraga, tetapi juga memiliki sistem pembinaan yang mampu mengantarkan talenta tersebut menjadi atlet berprestasi," katanya.