Pencarian

Kekeringan di Tangsel Meluas, 19 Titik di Setu dan Serpong Terdampak, 421 KK Butuh Air Bersih

Jumat, 21 Agustus 2026 • 17:46:01 WIB
Kekeringan di Tangsel Meluas, 19 Titik di Setu dan Serpong Terdampak, 421 KK Butuh Air Bersih
BPBD Tangsel mencatat 19 titik kekeringan di Kecamatan Setu dan Serpong yang berdampak pada 421 kepala keluarga.

Kekeringan akibat kemarau panjang meluas di Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Banten. BPBD Tangsel mencatat 19 titik kekeringan tersebar di Kecamatan Setu dan Serpong, berdampak pada 421 kepala keluarga (KK) atau 2.042 jiwa hingga Jumat (21/8/2026). Distribusi air bersih pun terus digencarkan untuk memenuhi kebutuhan warga yang sumber airnya mulai mengering.

TANGSEL — BPBD Tangsel mencatat 19 titik kekeringan yang tersebar di dua kecamatan, dengan mayoritas lokasi berada di Kecamatan Setu. Dari total tersebut, 15 titik berada di Kelurahan Keranggan, dua titik di Kelurahan Kademangan, satu titik di Kelurahan Muncul, dan satu titik di Kelurahan Serpong, Kecamatan Serpong.

Penata Pelayanan Operasional Danton BPBD Tangsel, Dian Wiryawan, mengatakan pihaknya terus memantau perkembangan di lapangan. Menurutnya, wilayah Kelurahan Keranggan menjadi area yang paling parah mengalami kekeringan.

“Jumlah titik kekeringan 19 titik, terdiri dari 15 titik di Kelurahan Keranggan Kecamatan Setu, dua titik di Kademangan Kecamatan Setu, satu titik di Muncul Kecamatan Setu, dan satu titik di Kelurahan Serpong,” kata Dian, Jumat (21/8/2026).

479.450 Liter Air Bersih Disalurkan ke Lokasi Terdampak

Pemerintah bersama sejumlah pihak bergerak cepat menyalurkan bantuan air bersih. Sejak Juli 2026 hingga Jumat (21/8), sedikitnya 479.450 liter air telah didistribusikan ke berbagai lokasi yang mengalami kekeringan.

Dian memastikan pendistribusian akan terus dilakukan hingga pasokan air masyarakat kembali normal. BPBD Tangsel berkomitmen memenuhi kebutuhan dasar warga selama sumber air belum pulih.

“Iya kami akan tetap mendistribusikan air bersih semampunya kami dan sampai masyarakat air di kerannya sudah aman keluar,” ujarnya.

Kolaborasi Lintas Instansi untuk Pasok Air Warga

Penyaluran air bersih dilakukan melalui kolaborasi lintas instansi dan lembaga. Dukungan datang dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Tangsel, Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang (DCKTR) Tangsel, Sinar Mas Land, Damkar Tangsel, BBWSCC, PMI Tangsel, DMC Dompet Dhuafa, Rumah Zakat, Pelopor, TNI AD, serta Kemitraan Kepolisian Cisauk.

Kolaborasi ini diharapkan mampu menjaga ketersediaan air bagi masyarakat selama musim kemarau masih berlangsung. BPBD Tangsel juga terus memantau kondisi di lapangan untuk memastikan distribusi dapat diarahkan ke wilayah yang paling membutuhkan.

Daftar RT Terdampak Kekeringan di Setu dan Serpong

Berdasarkan data BPBD Tangsel, titik kekeringan paling banyak berada di Kelurahan Keranggan, Kecamatan Setu. Sejumlah titik tersebar di beberapa RT, termasuk RT 002/001, RT 004/002, RT 001/001, RT 013/005, RT 003/001, RT 006/002, RT 005/002, RT 012/005, RT 009/005, RT 009/004, RT 011/005, RT 010/005, RT 014/003, RT 008/003 dan RT 010/004.

Sementara di Kelurahan Kademangan terdapat dua titik, yakni UPTD SDN 02 Kademangan dan RT 006/002. Satu titik lainnya berada di Kelurahan Muncul, Kecamatan Setu, tepatnya RT 001/001. Adapun di Kecamatan Serpong, kekeringan tercatat di RT 006/004, Kelurahan Serpong.

Kondisi ini menjadi perhatian karena air merupakan kebutuhan dasar masyarakat. Selama pasokan dari sumber air maupun jaringan rumah tangga belum kembali normal, distribusi air bersih akan menjadi langkah utama untuk mengurangi dampak kekeringan di wilayah terdampak.

Follow www.katabanten.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: jurnalpatrolinews.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks