SERANG — Semangat menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-79 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Serang tidak hanya berhenti pada upacara bendera. Warga Perumahan Taman Ciruas Permai, tepatnya di kawasan Blok C, Desa Pelawad, Kecamatan Ciruas, memilih cara berbeda: menyulap seluruh gang menjadi galeri seni rakyat bertema kemerdekaan.
Bendera merah putih sepanjang 120 meter dibentangkan memanjang di sepanjang jalan aspal lingkungan. Ornamen photo booth bertema perjuangan, pot bunga daur ulang dari botol plastik, hingga lampu hias yang menyala di malam hari turut memeriahkan suasana.
Biaya Swadaya Capai Rp 15 Juta per Gang
Antusiasme warga tidak main-main. Ketua RT 03/RW 06 Desa Pelawad, Arman, mengungkapkan bahwa setiap gang yang bertanding rela merogoh kocek secara kolektif hingga Rp 15 juta.
"Tidak ada satu pun warga yang merasa keberatan dengan iuran tersebut. Motivasinya untuk merukunkan dan mengguyubkan warga. Yang tadinya tidak keluar rumah atau sibuk masing-masing, sekarang menjadi guyub dan rukun," kata Arman kepada Antara di Serang, Selasa.
Dana tersebut digunakan untuk membeli material dekorasi, cat tembok, hingga instalasi listrik untuk lampu hias. Proses pengerjaan dekorasi lingkungan ini telah berlangsung selama satu bulan penuh, melibatkan seluruh elemen masyarakat mulai dari bapak-bapak, ibu-ibu, pemuda, hingga anak-anak.
Delapan Gang Berlaga, Penilaian Libatkan Forkopimcam
Perlombaan K3 yang menjadi agenda rutin tahunan ini diikuti oleh delapan gang. Untuk memastikan penilaian objektif, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) diterjunkan, meliputi camat, Danramil, dan Kapolsek Ciruas.
Kriteria utama yang dinilai meliputi keindahan, kebersihan, dan kerapihan lingkungan. Namun di balik itu, tujuan utamanya adalah memupuk semangat gotong royong yang sempat tergerus oleh kesibukan masing-masing warga.
Hadiah Juara dan Bebek Mentok untuk Peserta
Panitia telah menyiapkan apresiasi bagi para pemenang yang akan diumumkan pada malam puncak perayaan 23 Agustus mendatang. Juara pertama berhak membawa pulang uang tunai Rp 1 juta, disusul juara kedua Rp 750 ribu, dan juara ketiga Rp 500 ribu.
Menariknya, bagi gang yang tidak berhasil meraih podium, panitia tetap memberikan hadiah hiburan berupa dua ekor bebek mentok. "Bagi gang yang tidak mendapatkan juara tetap kami apresiasi, masing-masing diberikan dua ekor bebek mentok," ucap Arman.
Warga setempat, Wahyudi, menambahkan bahwa kreativitas ini menjadi bukti bahwa kemerdekaan dirayakan dengan kebersamaan. "Kami memasang hiasan bendera merah putih sepanjang 120 meter, membuat ornamen photo booth bertema kemerdekaan, menghias jalan aspal, hingga membuat pot bunga dari botol plastik bekas. Kalau malam, lingkungan kami juga meriah dihias dengan lampu-lampu," tuturnya.