Pencarian

Uji Nyali PC Gaming 2017 dengan GTX 1080 Ti Lawan RTX 5090 2026, Ini Hasilnya

Senin, 10 Agustus 2026 • 00:57:01 WIB
Uji Nyali PC Gaming 2017 dengan GTX 1080 Ti Lawan RTX 5090 2026, Ini Hasilnya
PC rakitan 2017 dengan GTX 1080 Ti diuji bersama sistem RTX 5090 untuk membandingkan performa lintas generasi.

BANTEN — Perkembangan teknologi PC dalam satu dekade terakhir memang drastis. Untuk membuktikannya, Scan, retailer PC asal Inggris, mengirimkan unit PC rakitan 3XS yang merupakan konfigurasi impian para gamer pada 2017 kepada tim penguji. Unit ini kemudian dibandingkan langsung dengan PC pribadi sang penguji yang diperkuat kartu grafis termahal Nvidia saat ini, RTX 5090.

Spesifikasi Dua Zaman: 2017 vs 2026

PC lawas yang diuji mengusung spesifikasi kelas atas pada zamannya. Komponen utamanya meliputi prosesor Intel Core i7-7700K (Kaby Lake), GPU Nvidia GTX 1080 Ti Founder's Edition, RAM 16GB DDR4-3000, dan motherboard Asus ROG Strix Z270F Gaming. Sistem ini ditenagai PSU Corsair RM750x dan ditempatkan dalam casing putih Corsair Carbide 400C.

Sebagai pembanding, digunakan PC modern dengan prosesor AMD Ryzen 7 7800X3D, GPU Asus ROG Astral RTX 5090, RAM 32GB DDR5-6000, dan SSD Lexar NM790 4TB. Menariknya, harga GPU RTX 5090 saja kini hampir menyamai total biaya membangun seluruh PC impian tahun 2017 yang saat itu mencapai £1.700 (sekitar Rp 34 juta).

Performa di Game Klasik: Sang Juara Bertahan

Saat diuji dengan game sezamannya seperti Far Cry 5, Dirt Rally, Hitman, dan Rise of the Tomb Raider, PC 2017 ini masih menunjukkan taringnya. Pada pengaturan grafis maksimal di resolusi 1080p, GTX 1080 Ti mampu menghasilkan frame rate di atas 100 fps untuk semua judul tersebut.

Hasil paling impresif datang dari Rise of the Tomb Raider yang mencatatkan 144 fps di 1080p dan 110 fps di 1440p. Bahkan di resolusi 4K, game ini masih bisa berjalan di angka 59,7 fps, angka yang sangat layak main. Namun, performa ini langsung terlampaui jauh oleh sistem RTX 5090 yang mencatatkan 316 fps di resolusi yang sama.

Jeblok di Game Modern: Ray Tracing Jadi Tembok

Cerita berubah drastis saat kedua sistem diuji dengan game modern. Di Cyberpunk 2077 dengan preset Ultra tanpa upscaling, PC 2017 hanya mampu meraih 52 fps di 1080p dan turun drastis menjadi 13,9 fps di 4K. Sistem RTX 5090, di sisi lain, mencatatkan 173 fps di 1080p dan 116 fps di 4K secara native.

Keterbatasan terbesar GTX 1080 Ti adalah ketiadaan dukungan hardware ray tracing. Akibatnya, game terbaru seperti Indiana Jones & The Great Circle yang mewajibkan fitur tersebut bahkan tidak bisa dijalankan sama sekali. Teknologi AI upscaling seperti DLSS juga tidak didukung, membuat performa di game berat semakin tertinggal.

Di Black Myth Wukong, game Unreal Engine 5 yang tidak mewajibkan ray tracing, PC 2017 masih bisa menghasilkan 46 fps di 1080p dengan bantuan FSR dan frame generation. Angka ini memang playable, tetapi masih jauh dari 120 fps yang diraih sistem RTX 5090 dengan pengaturan serupa.

Kesimpulan: Legenda yang Masih Punya Nyali

Hasil pengujian ini menegaskan reputasi GTX 1080 Ti sebagai kartu grafis legendaris. Meski berusia hampir satu dekade, kombinasi dengan prosesor Core i7-7700K masih mumpuni untuk bermain game klasik di resolusi 1080p dan 1440p dengan frame rate tinggi.

Namun untuk pengguna Indonesia yang ingin membeli PC bekas dengan spesifikasi era 2017, perlu pertimbangan matang. Keterbatasan pada game modern, RAM 16GB yang mulai sempit, dan kapasitas penyimpanan yang kecil menjadi kelemahan utama. Investasi tambahan untuk GPU modern seperti RTX 4060 atau RTX 5060 mungkin lebih bijak jika target utama adalah game-game terbaru.

PC 2017 ini tetap menjadi bukti bahwa sebuah sistem yang seimbang bisa memiliki umur pakai panjang. Namun untuk pengalaman gaming 4K dengan ray tracing dan frame rate tinggi, tidak ada pengganti hardware modern.

Follow www.katabanten.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: techradar.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks