BANTEN — Rekor penjualan Hyundai dan Kia di AS sepanjang tahun ini kembali berlanjut. Pada Juli 2026, Hyundai membukukan penjualan 82.480 unit atau naik 4 persen dibanding periode yang sama tahun lalu, sekaligus menjadi pencapaian Juli terbaik sepanjang sejarah pabrikan asal Korea Selatan tersebut. Kia menyusul dengan 75.867 unit, juga sebuah rekor baru untuk bulan Juli.
Yang menarik, pendorong utama pertumbuhan kali ini bukan berasal dari kendaraan listrik baterai (BEV), melainkan lini hybrid. Data internal kedua merek menunjukkan permintaan konsumen terhadap teknologi elektrifikasi sedang bergeser ke arah model yang lebih praktis tanpa bergantung pada infrastruktur pengisian daya.
Penjualan Hybrid Melonjak Hingga 108 Persen, Segmen BEV Justru Terkoreksi
Segmen hybrid menjadi bintang utama pada periode penjualan bulan lalu. Penjualan hybrid Hyundai naik 35 persen dibanding Juli 2025, dengan model Sonata HEV, Elantra HEV, dan Tucson HEV masing-masing mencatatkan rekor penjualan baru untuk bulan Juli. Sementara itu, lini hybrid Kia melesat jauh lebih tinggi dengan pertumbuhan 108 persen secara year-on-year, didorong Sportage hybrid, Carnival hybrid, dan Sorento.
Kondisi berbeda terjadi pada jajaran BEV. Hyundai IONIQ 5 yang selama ini menjadi tulang punggung elektrifikasi Hyundai justru mengalami penurunan penjualan 38 persen pada Juli 2026 dengan total 3.636 unit. Secara kumulatif hingga Juli, IONIQ 5 tercatat turun 2 persen menjadi 34.366 unit dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.
Penurunan juga dialami IONIQ 9, SUV listrik tiga baris andalan Hyundai. Pada Juli, model ini hanya terjual 700 unit atau merosot 35 persen. Namun secara kumulatif Januari–Juli, IONIQ 9 masih mencatatkan pertumbuhan impresif 166 persen dengan total 5.558 unit, menandakan bahwa minat terhadap SUV listrik besar tetap ada meski ritme penjualan bulanannya fluktuatif.
Kia Siapkan EV3 Murah untuk Memperkuat Dominasi Pasar Listrik
Di kubu Kia, EV6 mencatatkan penurunan sekitar 34 persen sepanjang tahun ini dengan total 4.717 unit. Namun di sisi lain, EV9 yang merupakan saudara kembar IONIQ 9 justru tumbuh 30 persen dengan total 8.685 unit terjual hingga Juli 2026. Angka ini menunjukkan bahwa konsumen AS masih memberikan respons positif terhadap SUV listrik berkapasitas tiga baris.
Untuk menjaga momentum di paruh kedua tahun ini, Kia akan meluncurkan EV3, SUV listrik berukuran lebih kecil dengan banderol lebih terjangkau. Model ini sudah menjadi salah satu kendaraan listrik terlaris di Eropa dan beberapa pasar global lainnya. Meski harga resmi untuk pasar AS belum diumumkan, EV3 diperkirakan akan dibanderol mulai sekitar USD 35.000 atau setara Rp 560 jutaan.
“Momentum Kia terus meningkat seiring meluasnya minat konsumen terhadap berbagai model di seluruh lini kami, dari sedan hingga SUV, dari hybrid hingga powertrain full listrik,” ujar Eric Watson, Vice President Kia America Sales, dalam pernyataan resminya. Watson menambahkan bahwa dengan kehadiran Seltos terbaru di showroom, permintaan kuat untuk Telluride yang didesain ulang, serta peluncuran EV3 yang terjangkau, Kia optimistis dapat terus memecahkan rekor penjualan pada semester kedua tahun ini.