TANGERANG SELATAN — Dua sekolah di Kota Tangerang Selatan, yakni SMAN 2 dan SMKN 4, menjadi tuan rumah program B3S pada Kamis, 8 Oktober. Kegiatan ini merupakan rangkaian lanjutan setelah sebelumnya digelar di 4 sekolah Kota Batam pada Juli lalu.
Program B3S sendiri telah berjalan sejak 2020 dan kini memasuki tahun ke-6. Sepanjang perjalanannya, kegiatan ini konsisten menyasar sekolah-sekolah dengan mengedepankan potensi lokalitas sebagai materi utama.
RRI sebagai Lembaga Penyiaran Publik yang berperan sebagai Government Public Relation (GPR) mengawal hari pertama kegiatan melalui Talkshow di RRI Pro1 Banten-Suara Nusantara pada sore hari pukul 15.00.
Kepala LPP RRI Banten, Nurdin M. Takengon, menyatakan pihaknya selalu membuka pintu bagi kegiatan yang mendukung perfilman Indonesia.
"RRI selalu dengan tangan terbuka karena memang kami punya Pro1 kanal nusantara yang selalu cinta film Indonesia dengan selalu mengedepankan objek wisata, kuliner dan budaya lokal. Ini adalah berita bagus untuk pendengar RRI," ucap Nurdin M. Takengon.
Ketua Umum YDFI Yan Widjaya menekankan pentingnya potensi lokalitas dalam perkembangan perfilman nasional. Menurutnya, kekayaan budaya daerah kerap membuat dunia terkesan.
Karena itu, YDFI menilai B3S perlu terus mengedepankan potensi lokal dengan berbagi ilmu langsung ke sekolah-sekolah. Tahun 2026, program ini dimulai dari Kota Batam, berlanjut ke Banten, lalu direncanakan ke Medan dan Palangkaraya pada akhir November atau awal Desember mendatang.
Dalam talkshow yang dipandu Laela, penggiat perfilman nasional Kak AruL menjelaskan alasan Kamis dipilih sebagai momen penting. Kamis disebut sebagai hari pertama film Indonesia tayang dengan pembagian layar yang merata dan menyeluruh se-Indonesia.
"DFI telah menghitung penonton hari pertama tayang di hari Kamis dan Jumat sore diumumkan via kanal DemiFilm TV di YouTube juga website www.demifilm.id dengan tingkat presisi dan akurasi langsung dari produser dan ekhibitors," jelas Kak AruL.
Laela menimpali dengan membahas maraknya film Indonesia yang sudah menasional. Yan Widjaya memastikan jumlah penonton film Indonesia telah mencapai 46 juta orang dan diprediksi menembus 75-80 juta hingga akhir tahun 2026.
Talk show ditutup dengan pemberian piagam penghargaan dari Direktur FMS, Irini Dewi Wanti, kepada RRI, para narasumber, dan sekolah-sekolah yang terlibat. Acara turut didukung camilan sehat dan minuman segar dari OT Grup seperti Fullo, Tango, dan Crystalin yang dinikmati para pelajar Tangerang Selatan.