PANDEGLANG — Perum DAMRI menyediakan lima jadwal keberangkatan harian dari Tanjung Lesung menuju Bandara Soekarno-Hatta selama masa uji coba. Bus berangkat pukul 04.00, 07.00, 10.00, 13.00, dan 15.00 WIB. Sementara dari Bandara Soekarno-Hatta menuju Tanjung Lesung, keberangkatan tersedia pukul 08.00, 10.00, 13.00, 15.00, dan 18.00 WIB.
Jadwal tersebut disampaikan Area Manager Divisi Regional 1 Jakarta Perum DAMRI, Yulianto. Menurut dia, penumpang bisa menyesuaikan perjalanan dengan waktu kedatangan maupun keberangkatan pesawat.
Rute Melintasi Lima Titik Layanan Utama
Trayek DAMRI melintasi sejumlah wilayah, mulai dari Tanjung Lesung, Labuan, Pandeglang, Rangkasbitung, hingga Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Titik layanan yang bisa digunakan penumpang meliputi Tanjung Lesung Resort, Terminal Labuan, Terminal Kadubanen Pandeglang, Terminal Mandala Rangkasbitung, dan Bandara Internasional Soekarno-Hatta.
Yulianto menyebut layanan ini sebagai bagian dari upaya DAMRI memperkuat konektivitas transportasi antara kawasan wisata dan simpul transportasi utama. Wisatawan yang tiba di Bandara Soekarno-Hatta diharapkan lebih mudah melanjutkan perjalanan menuju Tanjung Lesung.
"Selain wisatawan, masyarakat yang berada di sepanjang jalur juga dapat memanfaatkan layanan tersebut. DAMRI akan melakukan evaluasi selama masa uji coba," katanya.
Evaluasi Melihat Okupansi dan Respons Masyarakat
Evaluasi masa uji coba akan melihat beberapa aspek, termasuk respons masyarakat, tingkat keterisian penumpang, dan kebutuhan terhadap layanan tersebut. Yulianto menegaskan pihaknya akan mengamati bagaimana okupansi dan kebutuhan masyarakat terhadap rute ini.
Kepala Bidang Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Disparbud Kabupaten Pandeglang, Mia Maulani Rizki, menyambut baik uji coba layanan DAMRI. Menurut dia, konektivitas transportasi menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung pengembangan pariwisata Tanjung Lesung dan destinasi wisata lainnya di Pandeglang.
"Konektivitas transportasi menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung pengembangan pariwisata Tanjung Lesung dan destinasi wisata lainnya di Pandeglang. Atas nama Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Pandeglang, kami menyampaikan apresiasi dan menyambut baik hadirnya layanan ini," katanya.
Mia berharap wisatawan semakin mudah, nyaman, dan aman berkunjung ke Tanjung Lesung dan berbagai destinasi wisata di Kabupaten Pandeglang.
Peluang Ekonomi bagi UMKM hingga Hotel di Sepanjang Jalur
Peningkatan akses transportasi diyakini berdampak pada aktivitas ekonomi masyarakat. Pelaku usaha seperti hotel, restoran, pengelola destinasi wisata, desa wisata, UMKM, hingga pelaku ekonomi kreatif dinilai bisa memperoleh manfaat dari meningkatnya mobilitas wisatawan.
"Karena semakin mudah wisatawan datang, semakin besar pula peluang ekonomi yang dapat tumbuh dan dirasakan oleh masyarakat," ujar Mia.
BOD PT Banten West Java (BWJ) selaku pengelola KEK Pariwisata Tanjung Lesung, Widi Widiasmanto, juga menyambut hadirnya layanan DAMRI. Menurut dia, akses transportasi merupakan salah satu komponen penting dalam pengembangan kawasan pariwisata.
"Akses transportasi merupakan salah satu komponen penting dalam pengembangan kawasan pariwisata. Kehadiran rute Tanjung Lesung–Bandara Soekarno-Hatta memberikan alternatif perjalanan bagi wisatawan dari luar Banten yang hendak menuju kawasan Tanjung Lesung," katanya.
Widi menilai peningkatan konektivitas perlu berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas destinasi, akomodasi, pelayanan, serta produk wisata. Kemudahan akses transportasi diharapkan tidak hanya meningkatkan mobilitas wisatawan, tetapi juga memberikan dampak terhadap aktivitas usaha dan ekonomi masyarakat di sekitar kawasan Tanjung Lesung.