BANTEN — Pemerintah Amerika Serikat menghentikan kredit pajak kendaraan listrik senilai 7.500 dolar AS per unit untuk pembelian setelah 30 September 2025, namun program National Electric Vehicle Infrastructure (NEVI) senilai 5 miliar dolar AS masih berjalan. Dana NEVI yang dikelola Federal Highway Administration itu menanggung hingga 80 persen biaya pembangunan stasiun pengisian daya, meski sempat dibekukan pemerintahan Trump pada Februari 2025. Sejumlah negara bagian kini bergantung pada program tersebut setelah insentif federal untuk pembeli kendaraan listrik resmi berakhir.
Kredit pajak kendaraan listrik federal Amerika Serikat resmi tamat setelah Presiden Donald Trump menandatangani One Big Beautiful Bill Act pada 4 Juli 2025. Kendaraan yang dibeli setelah 30 September 2025 tidak lagi berhak atas potongan 7.500 dolar AS. Sejumlah negara bagian menyiapkan insentif dan rabat sendiri sepanjang 2026, tetapi besaran dan cakupannya jauh di bawah skema federal yang hilang.
Di sisi lain, program NEVI yang dibentuk lewat Infrastructure Investment and Jobs Act 2021 masih menyediakan dana 5 miliar dolar AS untuk periode fiskal 2022 hingga 2026. Program yang dijalankan Federal Highway Administration (FHWA) di bawah Departemen Transportasi AS itu menalangi sampai 80 persen biaya proyek pengisian daya, mencakup pengadaan, pemasangan, operasional, hingga perawatan.
Pemerintahan Trump membekukan NEVI pada Februari 2025 sebagai bagian dari peninjauan ulang proyek-proyek kendaraan listrik. Hakim Distrik AS Tana Lin menerbitkan injunksi awal pada Juni 2025 yang menghentikan sementara pembekuan dana untuk 14 negara bagian yang menggugat. FHWA kemudian menerbitkan panduan baru pada Agustus 2025.
Menteri Transportasi Sean Duffy menyatakan panduan