Arab Saudi Siapkan Serangan Balas Houthi, Rebut Kendali Selat Bab el-Mandeb

Penulis: Ginanjar Raharjo  •  Minggu, 04 Oktober 2026 | 08:51:01 WIB
Arab Saudi menyiapkan operasi militer untuk merebut kembali kendali Selat Bab el-Mandeb dari militan Houthi.

BANTEN — Arab Saudi menyiapkan operasi militer untuk merebut kembali kendali Selat Bab el-Mandeb dari militan Houthi, jalur pelayaran yang selama ini menjadi urat nadi ekspor minyak Kerajaan. Operasi yang disebut akan berlangsung dalam beberapa pekan ke depan itu melibatkan lebih dari 100.000 pasukan Yaman dengan dukungan serangan udara Saudi.

Rencana serangan balasan Arab Saudi terhadap militan Houthi yang didukung Iran di Yaman bertujuan mengamankan salah satu rute ekspor minyak paling vital di dunia. Menurut enam narasumber yang mengetahui persiapan operasi, pasukan dari Yaman akan memimpin di lapangan dengan pengawasan langsung militer Saudi, sementara serangan udara dikerahkan dari pihak Kerajaan.

Reuters melaporkan, Sabtu (3/10/2026), sejumlah pejabat regional dan Barat menyebut opsi yang tengah dipertimbangkan mencakup serangan pesisir untuk mengamankan jalur pelayaran Laut Merah hingga serangan simultan di berbagai front daratan Yaman.

Dua Opsi Serangan yang Dipertimbangkan Riyadh

Arab Saudi menimbang dua skenario utama. Pertama, serangan berskala kecil yang terfokus hanya di area sekitar Bab el-Mandeb. Kedua, operasi lebih luas yang mencakup serangan serentak di sejumlah provinsi Yaman: Al-Bayda, Marib, Taiz, dan Al-Jawf.

Skala mobilisasi pasukan bergantung pada opsi yang akhirnya dipilih. Estimasi sementara menyebut lebih dari 100.000 pasukan Yaman akan dikerahkan, angka yang menjadikan operasi ini salah satu yang terbesar sejak koalisi Arab masuk ke konflik Yaman pada 2015.

"Opsi yang sedang dipertimbangkan termasuk serangan pesisir untuk mengamankan jalur pelayaran Laut Merah atau serangan di berbagai front," kata para pejabat regional dan Barat tersebut.

Bab el-Mandeb Jatuh ke Tangan Houthi Bulan Lalu

Selat Bab el-Mandeb sebelumnya menjadi jalur pelayaran ekspor minyak terpenting setelah Selat Hormuz. Kondisi berubah ketika Houthi melancarkan serangan rudal dan drone terhadap kapal pengangkut serta infrastruktur minyak Saudi, sebagai buntut dari perang Iran.

Puncaknya, bulan lalu Houthi maju menyusuri pantai dan merebut kendali penuh atas Bab el-Mandeb. Perebutan itu memutus salah satu jalur ekspor utama Kerajaan dan memaksa Riyadh menyimpulkan bahwa negosiasi perdamaian Yaman tidak lagi bisa dijalankan selama militan masih menguasai selat tersebut.

Salah satu tujuan utama serangan yang belum pernah dilaporkan sebelumnya adalah membalikkan kemajuan pesat Houthi tersebut. Hal itu disampaikan sumber-sumber yang mengetahui rencana, termasuk pejabat Teluk, pejabat Yaman, dan diplomat Barat.

Peran Terbatas Sekutu Barat dan AS

Amerika Serikat disebut telah memberikan dukungan intelijen untuk operasi Riyadh di Yaman. Sejumlah negara regional dan Eropa turut menyalurkan bantuan militer, meski sebagian besar bersifat defensif.

Meski demikian, sekutu-sekutu Saudi diperkirakan tidak akan terlibat langsung dalam operasi tempur. Para narasumber meminta identitasnya dirahasiakan demi menjaga keamanan.

Konflik Yaman sendiri telah berlangsung sejak 2015, ketika Arab Saudi memimpin koalisi Arab mendukung pemerintah yang diakui internasional setelah diusir Houthi dari ibu kota Sanaa. Gencatan senjata sempat disepakati pada 2022, namun pecah kembali tahun ini seiring eskalasi serangan Houthi.

Juru bicara pemerintah Arab Saudi, Yaman, kelompok Houthi, dan militer AS belum memberikan tanggapan atas permintaan komentar mengenai rencana operasi tersebut.

Apa Artinya bagi Pasar Minyak dan Pelayaran Global

Bagi pelaku pasar energi, operasi militer di Bab el-Mandeb berpotensi memengaruhi premi risiko pengiriman minyak dari Teluk. Jalur ini selama ini menjadi alternatif utama selain Selat Hormuz, sehingga gangguan berkepanjangan bisa mendorong kenaikan biaya asuransi pelayaran dan harga minyak mentah.

Sejumlah perusahaan pelayaran global sudah lebih dulu mengalihkan rute menghindari Laut Merah sejak serangan Houthi meningkat. Jika operasi Saudi berjalan sesuai rencana, pemulihan kepercayaan pelayaran komersial akan bergantung pada seberapa cepat keamanan selat bisa dipulihkan.

Reporter: Ginanjar Raharjo
Sumber: finance.detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top