BANTEN — Setidaknya delapan bank menyampaikan minat melakukan merger atau kombinasi bisnis dengan UBS setelah Majelis Tinggi Parlemen Swiss menyetujui aturan permodalan yang lebih ketat. Aturan tersebut diperkirakan membuat UBS membutuhkan tambahan modal sekitar USD18 miliar. Morgan Stanley, Deutsche Bank, dan Standard Chartered disebut termasuk bank yang menyampaikan ketertarikan.
Majelis Tinggi Parlemen Swiss pada Rabu (23/9/2026) menyetujui aturan permodalan yang lebih ketat bagi perbankan. Keputusan itu memicu gelombang ketertarikan dari sejumlah bank internasional yang ingin menjajaki kombinasi bisnis dengan UBS.
Laporan surat kabar Swiss Blick yang mengutip sumber yang mengetahui persoalan tersebut menyebut setidaknya delapan bank telah menyampaikan ketertarikan kepada UBS. Reuters mengutip laporan itu pada Senin (28/9/2026).
Sejumlah nama bank besar muncul dalam laporan tersebut. Selain Morgan Stanley, Deutsche Bank, dan Standard Chartered, tidak disebutkan secara rinci bank lain yang menyampaikan minat.
Hingga berita ini diturunkan, UBS belum memberikan komentar resmi terkait spekulasi mengenai kemungkinan merger tersebut.
Aturan permodalan baru diperkirakan membuat UBS membutuhkan tambahan modal sekitar USD18 miliar. Kebutuhan modal sebesar itu menimbulkan kekhawatiran terhadap strategi bisnis UBS dan posisinya sebagai bank yang berbasis di Swiss.
Regulasi permodalan yang lebih ketat memang menjadi tekanan tersendiri bagi bank-bank besar di Swiss. Pemerintah Swiss mendorong perbankan memiliki bantalan modal yang lebih tebal untuk mengantisipasi risiko sistemik.
Sebelum pemungutan suara berlangsung, Chairman UBS Colm Kelleher sudah menyampaikan peringatan. Ia menegaskan bank dapat mempertimbangkan kembali basis operasionalnya di Swiss apabila aturan permodalan yang diterapkan terlalu ketat.
Pernyataan Kelleher itu menjadi sinyal bahwa UBS tidak menutup kemungkinan mengubah struktur operasionalnya jika regulasi dianggap memberatkan. Sinyal tersebut muncul sebelum parlemen resmi menyetujui aturan baru.
Ketertarikan sejumlah bank asing terhadap UBS menunjukkan adanya peluang konsolidasi di sektor perbankan global. Kombinasi bisnis lintas negara bisa menjadi salah satu jalan bagi UBS untuk memperkuat permodalan sekaligus mempertahankan skala bisnisnya.
Meski demikian, proses merger atau kombinasi bisnis semacam ini biasanya melewati tahapan panjang. Diperlukan persetujuan regulator di masing-masing yurisdiksi, uji tuntas, hingga kesepakatan struktur kepemilikan.
Bagi investor, perkembangan ini menjadi sinyal yang perlu dicermati. Perubahan aturan permodalan di Swiss berpotensi mengubah lanskap persaingan bank-bank besar Eropa, terutama dalam hal kapasitas kredit dan ekspansi bisnis lintas negara.
UBS sendiri belum mengonfirmasi apakah ketertarikan delapan bank tersebut akan ditindaklanjuti ke tahap pembicaraan formal. Pasar menunggu pernyataan resmi dari manajemen UBS mengenai arah strategi perusahaan ke depan.