BANTEN — Belum ada surat keputusan baru dari Pertamina soal penyesuaian harga hingga awal pekan ini. Artinya, tarif yang berlaku masih merujuk pada daftar per 2 September 2026. Pengendara yang mengisi BBM hari ini akan menemukan nominal yang sama seperti dua pekan terakhir.
Kepastian ini penting bagi pengendara yang biasa mengisi di SPBU Pertamina, terutama pengguna kendaraan bermotor harian. Pasalnya, isu penyesuaian harga BBM nonsubsidi kerap muncul menjelang awal bulan.
Dua jenis BBM subsidi tidak mengalami pergerakan. Pertalite tetap Rp 10.000 per liter, sedangkan BioSolar Rp 6.800 per liter. Keduanya berlaku di seluruh wilayah Indonesia tanpa pembedaan zona harga.
Harga subsidi ini menjadi acuan utama bagi sebagian besar pengendara sepeda motor dan kendaraan niaga ringan. Tidak ada informasi mengenai perubahan kuota atau mekanisme pembelian di SPBU dalam bahan yang dirilis Pertamina.
BBM nonsubsidi justru menunjukkan variasi tarif antarwilayah. Di DKI Jakarta dan sejumlah daerah di Jawa, Pertamax dipatok Rp 15.950 per liter. Sementara di kawasan FTZ Sabang, harga Pertamax lebih rendah, yakni Rp 14.950 per liter.
Selisih Rp 1.000 per liter antara Jakarta dan Sabang muncul karena perbedaan kebijakan fiskal di kawasan perdagangan bebas. Pola serupa juga berlaku untuk jenis BBM nonsubsidi lain seperti Pertamax Turbo, Pertamina Dex, dan Dexlite, yang tarifnya mengikuti zona masing-masing.
Berikut daftar harga BBM Pertamina yang berlaku untuk wilayah DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, dan Jawa Timur:
Pertamina menyarankan pengendara memverifikasi tarif melalui aplikasi MyPertamina sebelum mengisi BBM. Langkah ini menghindari selisih persepsi harga, terutama untuk BBM nonsubsidi yang berbeda antarprovinsi.
Buka aplikasi, pilih menu harga BBM, lalu sesuaikan dengan kabupaten atau kota tempat SPBU berada. Nominal yang muncul adalah tarif resmi yang berlaku di SPBU tersebut.
Bagi pengendara yang sering melintas antardaerah, kebiasaan mengecek harga lewat aplikasi cukup membantu. Sebab, selisih harga Pertamax antarwilayah bisa mencapai ratusan hingga seribu rupiah per liter.
Pastikan jenis BBM yang dibeli sesuai rekomendasi pabrikan kendaraan. Penggunaan BBM dengan oktan lebih rendah dari anjuran bisa memicu knocking dan menurunkan efisiensi mesin dalam jangka panjang.
Untuk kendaraan modern dengan kompresi tinggi, Pertamax atau Pertamax Turbo biasanya jadi pilihan utama. Sementara kendaraan lama dengan kompresi rendah masih aman memakai Pertalite.
Harga yang tidak berubah hingga 14 September 2026 memberi ruang bagi pengendara untuk merencanakan pengeluaran bahan bakar pekan ini. Pantau terus pengumuman resmi Pertamina bila ada penyesuaian tarif berikutnya.