BANTEN — Paragraf pembuka: Optimisme terhadap IHSG datang dari sinyal teknikal yang ditangkap tim riset BRI Danareksa Sekuritas. Menurut mereka, indeks membentuk pola hammer di area support 6.475–6.375 sekaligus bertahan di sekitar MA20 di level 6.533. Pola ini membuka ruang terjadinya technical rebound, yaitu pantulan harga setelah tekanan jual mereda.
Tim riset BRI Danareksa memperkirakan IHSG berpeluang menguji resistance terdekat di level 6.600, dengan 6.700 sebagai resistance berikutnya. Selama indeks bertahan di atas 6.475, bias jangka pendek dinilai masih konstruktif.
"Kami memperkirakan IHSG berpeluang menguji resistance terdekat 6.600, dengan 6.700 sebagai resistance berikutnya; selama bertahan di atas 6.475, bias jangka pendek masih konstruktif," tulis Tim Riset BRI Danareksa dikutip Senin (14/9).
Dalam bahasa pasar, support adalah level harga yang diyakini menjadi titik terendah sementara. Saat menyentuh level ini, harga umumnya berbalik naik karena pembelian meningkat. Sebaliknya, resistance adalah level tertinggi yang cenderung memicu aksi jual besar sehingga laju kenaikan tertahan.
Dari sisi rekomendasi, tim riset BRI Danareksa menyoroti tiga saham untuk perdagangan hari ini. PT United Tractors Tbk (UNTR) masuk daftar bersama PT Timah Tbk (TINS) dan PT Impack Pratama Industri Tbk (IMPC). Ketiganya dinilai punya peluang menguat seiring potensi rebound indeks.
Perhatian pasar pekan ini akan terpusat pada rapat Federal Open Market Committee (FOMC) pada 15–16 September. Probabilitas kenaikan Fed Rate sebesar 25 basis poin sudah mencapai sekitar 85%. Karena kenaikan itu dinilai sudah priced-in atau tercermin di harga, perhatian pasar akan bergeser ke guidance dan dot plot The Fed.
Stance yang lebih hawkish berpotensi kembali menekan yield US Treasury, indeks dolar (DXY), dan aset emerging market, termasuk pasar saham Indonesia. Ini menjadi risiko utama yang perlu dicermati investor di tengah optimisme teknikal jangka pendek.
Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta Utama menilai koreksi IHSG akhir pekan lalu masih tergolong wajar. Menurut dia, indeks sebenarnya masih membentuk struktur bullish meski sudah menguji MA20.
Dari indikator teknikal, MA20 dan MA60 berada dalam kondisi bullish crossover. Namun, Stochastics KD dan RSI menunjukkan sinyal negatif, sementara volume perdagangan mengalami penurunan. Untuk perdagangan hari ini, Nafan memproyeksikan IHSG cenderung variatif dan tidak menutup kemungkinan adanya potensi rebound.
Nafan merekomendasikan saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) dengan target harga ke level 3.350, 3.440, dan 3.570. Selain itu, PT Indosat Tbk (ISAT) dengan target harga 2.520, 2.590, dan 2.980, serta PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA) dengan target harga Rp 605, 620, dan 655.
Penutup: Kombinasi sinyal teknikal yang masih konstruktif dan deretan rekomendasi analis membuat IHSG berpotensi bergerak variatif dengan kecenderungan menguat terbatas. Namun, hasil FOMC pertengahan pekan ini tetap menjadi variabel yang bisa mengubah arah pasar secara signifikan.