SERANG — Balai Besar Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BBMKG) Wilayah II Tangerang Selatan mencatat perubahan signifikan pola sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. Wilayah daratan Banten dinilai relatif aman karena abu vulkanik kini bergerak menuju Samudra Hindia.
Septi menjelaskan, pergerakan abu vulkanik ditentukan oleh angin pada lapisan atmosfer atas yang berbeda dengan kondisi di permukaan. Angin lapisan atas saat ini bertiup dari arah utara hingga barat daya dengan kecepatan sekitar 5 hingga 50 knot.
"Untuk cakupan wilayah sebaran abu vulkaniknya sudah berkurang jauh, jadi hanya mencakup wilayah Samudra Hindia barat laut Banten," ujarnya.
Perbedaan arah angin di setiap lapisan atmosfer menjadi faktor utama yang mendorong abu vulkanik menjauh. Dinamika atmosfer lokal turut memengaruhi lintasan pergerakan abu tersebut.
Meski status sebaran abu sudah jauh berkurang, BBMKG mengingatkan aktivitas Gunung Anak Krakatau masih dapat berubah sewaktu-waktu. Masyarakat diminta terus mengikuti perkembangan informasi resmi yang diperbarui secara berkala.
Masker tetap disarankan disiapkan sebagai langkah antisipasi apabila terjadi perubahan arah angin maupun pola sebaran abu vulkanik. Imbauan ini menyasar warga pesisir Banten yang selama ini paling terdampak saat erupsi terjadi.
Kondisi cuaca Banten pada Selasa (8/9/2026) secara umum diprakirakan cerah berawan hingga berawan pada pagi hari. Potensi hujan ringan muncul pada siang hari di sejumlah wilayah.
Suhu udara berada pada kisaran 23 hingga 34 derajat Celsius dengan tingkat kelembapan 50 hingga 90 persen. Kondisi ini masih dalam batas normal untuk wilayah pesisir Banten pada masa transisi musim.