LEBAK — Sebanyak 60 generasi muda dari berbagai daerah di Banten mengikuti pelatihan Tagana Muda yang digelar selama tiga hari, mulai Senin (10/8/2026) hingga Rabu (12/8/2026). Mereka dibekali kemampuan penanggulangan bencana agar siap diterjunkan ke lapangan saat situasi darurat terjadi.
Kepala Dinas Sosial Provinsi Banten, Lukman, menyebut pelatihan ini menjadi fondasi penting dalam membangun sistem perlindungan sosial yang tanggap terhadap bencana. Para peserta tidak hanya mendapat teori, tetapi juga praktik langsung yang disimulasikan di area LPP Cipanas yang memiliki kontur mirip wilayah rawan longsor dan banjir di Lebak.
Lukman menegaskan bahwa program ini merupakan langkah konkret Pemprov Banten dalam menekan angka indeks risiko bencana yang selama ini menjadi perhatian serius. Dengan adanya Tagana Muda, diharapkan kesiapsiagaan masyarakat meningkat sejak dini.
"Provinsi tangguh bencana adalah konsep dan gerakan pembangunan daerah yang menempatkan kesiapsiagaan, mitigasi, serta pengurangan risiko bencana sebagai budaya dan sistem yang terintegrasi di semua tingkatan provinsi hingga kampung tangguh bencana, salah satunya kita gelar pelatihan Tagana Muda ini," ungkap Lukman saat pelepasan peserta, Senin (10/8/2026).
Keberadaan Tagana bukan sekadar relawan biasa. Berdasarkan Permensos Nomor 28 Tahun 2012 tentang Pedoman Umum Taruna Siaga Bencana, Tagana merupakan relawan sosial atau Tenaga Kesejahteraan Sosial yang berasal dari masyarakat dan memiliki kepedulian aktif dalam penanggulangan bencana di bidang perlindungan sosial.
Mereka menjadi garda terdepan yang memastikan korban bencana mendapatkan pendampingan, baik saat tanggap darurat maupun pasca-bencana. Karena itu, pembekalan kepada generasi muda dinilai krusial untuk regenerasi kader kebencanaan di Banten.
Lukman menambahkan, pelatihan ini dirancang untuk mendayagunakan energi dan potensi generasi muda. Mereka diharapkan mampu menggerakkan partisipasi masyarakat dalam penanggulangan bencana, baik sebelum, pada saat, maupun sesudah terjadinya bencana.
"Melalui pelatihan Tagana Muda ini diharapkan dapat mendayagunakan dan memberdayakan generasi muda dalam penanggulangan bencana, dan bertujuan untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam penanggulangan bencana baik sebelum, pada saat dan sesudah terjadinya bencana," tambahnya.
Dengan tambahan 60 personel baru ini, jaringan Tagana di Banten diharapkan semakin solid. Mereka akan disebar ke berbagai titik rawan untuk memperkuat ketahanan desa dan kelurahan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi yang kerap melanda wilayah selatan Banten.