TANGERANG — Bandara Internasional Soekarno-Hatta tidak hanya berhenti pada perbaikan fisik bangunan. General Manager Bandara Soekarno-Hatta Heru Karyadi menegaskan pihaknya tengah membenahi tiga aspek sekaligus, yakni premises, people, dan process, dengan teknologi sebagai pendorong utamanya.
"Kami ingin pertumbuhan trafik yang terus meningkat berjalan seiring dengan peningkatan kualitas pelayanan," ujar Heru di Tangerang, Jumat.
Revitalisasi Terminal 1A menjadi proyek paling signifikan saat ini. Setelah rampung, terminal yang melayani sejumlah maskapai ini mampu menampung hingga 10 juta penumpang per tahun, naik signifikan dari kapasitas lama yang hanya 5,7 juta penumpang.
Seiring proyek tersebut, wajah Terminal 3 juga terus dipermak. Penataan area check-in, pembaruan boarding lounge, hingga penambahan kursi di area boarding gate menjadi prioritas agar penumpang tidak lagi berdesakan saat jam padat.
Percepatan layanan digital menjadi fokus lain yang diakselerasi. Sejumlah inovasi seperti self bag drop dan bag tracking sudah diterapkan untuk memangkas waktu antrean. Bandara juga mulai mengandalkan sistem keberangkatan berbasis biometrik serta digital wayfinding yang terintegrasi dengan aplikasi ponsel.
Dengan sistem ini, penumpang bisa menavigasi perjalanan dari pintu masuk bandara hingga menuju pesawat hanya dengan mengikuti petunjuk di gawai masing-masing.
Peningkatan kompetensi sumber daya manusia tidak luput dari perhatian. Melalui CX Academy, InJourney Airports memoles petugas layanan agar setara standar internasional. Rekomendasi dari lembaga pemeringkat Skytrax pun ditindaklanjuti secara berkala, termasuk penyempurnaan Flight Information Display System (FIDS) dan optimalisasi kanal digital bandara.
Heru menambahkan, seluruh pembenahan ini diharapkan berdampak langsung pada pengalaman penerbangan yang lebih mulus bagi puluhan juta penumpang setiap tahunnya.
Upaya tersebut berjalan beriringan dengan meningkatnya trafik. Berdasarkan laporan Official Airline Guide (OAG) edisi Juli 2026, Bandara Soekarno-Hatta menempati peringkat kedua bandara tersibuk di Asia Tenggara dengan kapasitas kursi terjadwal sekitar 3,32 juta kursi, tumbuh 3,2 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.
Sepanjang Semester I/2026, bandara ini telah melayani 25,9 juta penumpang dengan 177.724 pergerakan pesawat. Rinciannya, 17,55 juta penumpang domestik dan 8,35 juta penumpang internasional.
Saat ini, total 70 maskapai beroperasi dari bandara tersebut, menghubungkan Indonesia dengan 202 destinasi yang terdiri atas 130 rute internasional dan 72 rute domestik.