Bandara Soetta Layani 25,9 Juta Penumpang Semester I 2026, Duduki Peringkat Kedua Tersibuk di Asia Tenggara

Penulis: Fauzan Arifin  •  Jumat, 07 Agustus 2026 | 17:28:44 WIB
Bandara Soekarno-Hatta menempati peringkat kedua bandara tersibuk di Asia Tenggara dengan kapasitas 3,32 juta kursi pada Juli 2026.

TANGERANG — Laporan Official Airline Guide (OAG) Southeast Asia Aviation Market edisi Juli 2026 menempatkan Bandara Soekarno-Hatta di peringkat kedua bandara tersibuk di Asia Tenggara. Kapasitas kursi penerbangan terjadwal yang disediakan mencapai 3,32 juta kursi, atau meningkat 3,2 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

General Manager Bandara Internasional Soekarno-Hatta Heru Karyadi mengatakan, tingginya angka konektivitas tersebut menjadi indikator bahwa bandara yang dikelolanya terus berkembang dan memegang peran strategis dalam mendukung mobilitas masyarakat.

"Di balik capaian tersebut, terdapat tanggung jawab yang semakin besar untuk memastikan setiap pertumbuhan trafik diikuti dengan peningkatan kapasitas, kualitas pelayanan, serta pengalaman perjalanan yang semakin baik bagi seluruh pengguna jasa," ujarnya di Tangerang, Jumat.

Rincian Penumpang Domestik dan Internasional

Dari total 25,9 juta penumpang yang dilayani selama semester I 2026, mayoritas merupakan penumpang rute domestik. Tercatat 17,55 juta penumpang terbang ke berbagai kota di dalam negeri, sementara 8,35 juta penumpang lainnya merupakan pelancong internasional.

Selama periode yang sama, bandara yang terletak di Kota Tangerang ini juga mencatatkan 177.724 pergerakan pesawat. Angka ini sejalan dengan bertambahnya jumlah maskapai yang beroperasi di bandara tersebut.

70 Maskapai Layani 202 Destinasi

Hingga saat ini, Bandara Internasional Soekarno-Hatta melayani penerbangan dari 70 maskapai. Jaringan tersebut menghubungkan Indonesia dengan 202 destinasi, yang terdiri atas 130 rute internasional dan 72 rute domestik.

"Jaringan penerbangan tersebut terus memperkuat peran Soekarno-Hatta sebagai simpul konektivitas nasional sekaligus salah satu hub penerbangan terpenting di kawasan Asia," kata Heru.

Bersaing Ketat dengan Changi dan Kuala Lumpur

Berdasarkan laporan OAG, posisi pertama bandara tersibuk di Asia Tenggara masih dipegang Bandar Udara Internasional Changi Singapura dengan kapasitas 3,56 juta kursi. Di bawah Soetta, Bandar Udara Internasional Kuala Lumpur Malaysia mengekor di posisi ketiga dengan 3,15 juta kursi.

Posisi berikutnya ditempati Bandar Udara Internasional Suvarnabhumi Bangkok Thailand dengan 2,9 juta kursi, disusul Bandar Udara Internasional Ninoy Aquino Manila Filipina sebanyak 2,62 juta kursi. Bandar Udara Internasional Ho Chi Minh City Vietnam mencatatkan 2,31 juta kursi, dan Bandar Udara Internasional Hanoi Vietnam sebanyak 2,21 juta kursi.

Di kancah domestik, Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali berada di peringkat kesembilan dengan 1,3 juta kursi. Sementara Bandar Udara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar melengkapi sepuluh besar dengan kapasitas 953.513 kursi.

Reporter: Fauzan Arifin
Sumber: banten.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top