SERANG — Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Serang, Banten, mulai mengoperasikan aplikasi "Serang Mengaji" untuk memetakan kemampuan baca Al Quran bagi sekitar 27 ribu siswa SMP. Program ini diarahkan sebagai instrumen asesmen guna menyusun pola pembinaan keagamaan yang lebih presisi bagi pelajar di ibu kota Provinsi Banten.
Kepala Dindikbud Kota Serang Ahmad Nuri, Kamis, menegaskan bahwa inisiatif ini bukan sekadar proyek digitalisasi pendidikan, melainkan sebuah kebutuhan mendesak. Pihaknya menilai pendidikan agama harus menjadi benteng utama bagi generasi muda agar tidak tergerus dampak negatif era digital.
"Program Serang Mengaji hadir sebagai benteng spiritual. Kami ingin memastikan anak-anak kita tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki fondasi agama dan akhlak yang kuat untuk membentengi diri dari dampak negatif era digital," kata Ahmad Nuri.
Selama ini, Dindikbud mengakui belum memiliki data detail mengenai kemampuan baca Al Quran siswa. Dengan hadirnya aplikasi ini, pemerintah kota dapat mengetahui secara pasti berapa jumlah siswa yang sudah lancar membaca dan berapa yang masih membutuhkan pendampingan.
"Selama ini kita belum memiliki pemetaan yang detail. Dengan aplikasi ini nanti akan diketahui berapa siswa yang sudah bisa membaca Al Quran dan berapa yang belum, sehingga pembinaannya menjadi lebih tepat sasaran," jelasnya.
Hasil asesmen dari aplikasi tersebut nantinya akan menentukan tahapan lanjutan. Siswa dengan kemampuan membaca, tajwid, makharijul huruf, hingga hafalan yang baik akan dipetakan untuk mendapat pembinaan lanjutan sesuai kompetensi masing-masing.
Program ini tidak berhenti pada pengujian kelancaran membaca. Tahapan berikutnya akan diarahkan pada penguatan pemahaman isi Al Quran, termasuk penanaman nilai toleransi, kepedulian sosial, serta pembentukan karakter peserta didik.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Serang Tri Ningsih menambahkan bahwa pembangunan sumber daya manusia harus diperkuat dengan fondasi karakter dan akhlak. Menurutnya, hal ini tidak cukup hanya mengandalkan pendidikan formal di sekolah.
Pemkot Serang pun memaksimalkan kanal digital resmi untuk memperluas jangkauan program. Informasi mengenai Serang Mengaji disebarluaskan melalui media sosial, website, dan Youtube agar masyarakat turut berpartisipasi.
"Kami juga mengajak masyarakat mendukung gerakan tersebut dengan memanfaatkan aplikasi atau berpartisipasi dalam program donasi yang difasilitasi oleh Badan Wakaf Al Quran (BWA)," kata Tri Ningsih.
Sebagai daya tarik partisipasi, BWA turut menyediakan apresiasi berupa hadiah umrah bagi warga yang aktif menggunakan aplikasi dan mengikuti program infak hingga akhir tahun. Kolaborasi lintas sektor ini diharapkan mampu mencetak generasi muda yang berdaya saing dan berakhlak mulia.